Pantai Misteri di Yogya “PARANG TRITIS”

“Yuk ke Paris!”

“Paris? Jauh Banget?”

“Hehehehe… ini seperti kata Jerman yang artinya jejer kauman. Kalau Paris ya pasti Parang Tritis!”

Bagi orang Yogya, maka Paris memang dikenal sebagai kependekan dari wisata Pantai Parang Tritis. Inilah pantai legendaris di Yogyakarta, karena penuh dengan cerita legenda yang misterius dari berbagai sumber. Tokoh Ratu Laut Selatan selalu dihubungkan dengan lokasi ini, sebagai pintu masuk kerajaan Laut Selatan yang dipimpin oleh seorang Ratu Cantik tapi sangat menakutkan.

Nyi Roro Kidul, sebuah nama seram yang membuat kita langsung membayangkan sebuah wajah yang cantik, anggun tapi penuh dengan tebaran ancaman maut di sekelilingnya.

Bagi yang takut dengan tebaran ancaman maut itu, memang sebaiknya tidak usah datang mengunjungi Paris. Lebih baik memilih lokasi wisata  yang lain, misalnya Candi Prambanan, Borobudur ataupun Ketep Pass yang dingin sejuk di samping Gunung Merapi.

Pantai Paris mempunyai keunikan yang membuat wisatawan, domestik maupun asing, selalu ingin datang lagi ke lokasi ini. Yang pertama tentu ombaknya yang sangat menawan, ditambah tebing bukit yang membuat kita merasa sedikit aneh ketika merasakan deburan ombak di dekat bukit karang itu. Suasananya sangat menghanyutkan.

Parang tritis (14)

Cuaca yang panas juga tidak begitu terasa di pantai ini. Sangat beda dengan pantai Samas yang letaknya bersebelahan dengan Paris. Disamping ombak pantai Samas lebih ganas, cuaca panas juga terasa menyengat di Samas.

Pemandian air hangat juga tersedia di Parang Wedang. Sudah dibuatkan beberapa kamar mandi yang disitu kita bisa mandi sepuasnya dengan air panas yang asli dari sumbernya.

Pas disamping terminal utama ada sebuah kolam renang yang airnya sangat jernih dan tawar (bukan air asin). Kalau kita mau sedikit bercapek naik bukit, maka dari kolam renang ini kita bisa naik sedikit ke puncak bukit dan merasakan indahnya suasana di bukit itu. Jaman dahulu, konon ceritanya, Pangeran Diponegoro suka sekali duduk di atas bukit itu memandang ombak pantai yang selalu berkejaran tak kenal berhenti.

Sultan Yogyakarta memang selalu dikaitkan dengan sang Penguasa Laut Selatan, begitu juga sang Pangeran Diponegoro, pangeran kecintaan warga Yogyakarta. Sekarang sudah banyak bangunan di bukit itu, sehingga sedikit mengurangi suasana eksotis di bukit, tetapi bagi yang bisa mengabaikannya, maka suasana di bukit itu pasti akan tetap nyaman dinikmati.

Kuda di Parang tritis (8)

Seperti tempat wisata di Yogya yang lain, maka kuda Bendi dan Kuda tunggang jinak juga ada di lokasi. Biaya sewanya sama dengan yang ada di Prambanan, 20.000 sekali putaran. Bedanya, kalau di Prambanan, kudanya sebagian adalah kuda dari Kopeng, maka di Paris, kudanya dari warga Bantul sendiri.

Kuda di Paris terlihat lebih besar dan lebih gagah dibanding kuda di Prambanan.

Sambil naik kuda, maka pemilik kuda akan bercerita tentang apa saja yang kita sukai, terutama tentang Paris, baik di jaman ini maupun di jaman dulu. Cerita-cerita mistis bisa keluar kalau memang kita menginginkannya.

Guidenya pawang Kuda di Parang tritis (10)

Disamping itu, sang pawang kuda ini juga berjalan di samping kita sambil memberi pelajaran singkat tentang cara mengendalikan kuda. Mulai dari cara belok, ke kanan, ke kiri, berhenti, maju lagi, setengah berlari dan segala macam yang ingin kita tahu tentang kuda. Jika kita berani dan bisa, maka kekang akan diberikan pada kita 100%

Kalau sudah memegang kekang kuda, maka rasanya kita jadi pahlawan berkuda di jaman dulu. Berjalan santai di samping deburan ombak pantai Selatan dan berpapasan atau mendahului para pejalan kaki yang ada di sepanjang bibir laut selatan.

Souvenir di Paris juga kelihatannya sudah dipasok oleh beberapa pedagang yang juga memasok di seluruh lokasi Wisata Yogya. Harganya sama dan seragam. Selisih akan kita dapat kalau kita memang penduduk Yogya asli dan terus menawar sampai harga dasarnya. Aku sendiri memilih tidak menawar, karena harganya memang sudah murah dan hitung-hitung berderma untuk mereka yang mau merawat lokasi pantai yang indah ini.

Prajurit Yogya di Parang tritis (12)

Pulang dari Parang Tritis, kalau suka buah-buahan, terutama buah Naga, bisa mampir di dekat pintu masuk Parang Tritis. Kalau dari arah Paris, maka kebun ini ada di sebelah kiri. Silahkan petik sendiri dan bayar langsung dengan harga yang sangat murah. Sebaiknya juga ditawar, tapi kalau tidak dikasih ya sudah, harganya sudah sangat murah. Hanya 20.000 per kg.

Kebun Buah Naga di Parang tritis (1)

Selamat berlibur di tempat wisata kota Yogyakarta Berhati Nyaman. Salam sehati

Prambanan yang semakin Asri : Wajib dikunjungi

“Ke Yogya tidak mampir ke Prambanan dan tidak bikin foto disana, maka tidak usah cerita tentang Yogya deh. Pasti dianggap HOAX !:-)”

Prambanan yang semakin asri memang terus mempesona Wisatawan asing/domestik yang datang ke Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Jogjakarta. Pengunjung terus memadati lokasi ini di saat musim liburan. Para pedagang souvenir, makanan dan para penjual jasapun bisa bernafas lega saat musim liburan. Senyum para pedagangpun bisa berkembang dengan ikhlas.

prambanan piknik (4)

Saat ini setelah dipugar dan dirawat dengan baik, Prambanan memang makin cantik, asri dan teratur. Kita tidak perlu takut kejaran para penjual jasa. Mereka dengan tertib menawarkan dagangannya tanpa memaksakan kehendak. Memang tidak perlu ada pemaksaan disini, karena semua barang yang ditawarkan sungguh murah dan berkualitas.

Satu kaos katun ditawarkan dengan harga 35 ribu per buah, sementara  kaos yang lebih rendah kualitasnya ditawarkan hanya 15 ribu per kaos. Dengan harga seperti itu, rasanya tidak tega jadinya untuk menawar.

Naik kuda juga 20 ribu per putaran dan cukup bayar 50 ribu untuk tiga ekor kuda. Lumayan juga untuk nampang di seputaran Candi Prambanan meskipun kudanya kecil-kecil,

prambanan piknik (1)

Di lokasi Candi utama, ada buku sejarah tentang Prambanan yang dijual sangat murah, hanya 2.000 rupiah per buku. Jangan-jangan aslinya gratis ya untuk pengunjung?

Prambanan sebuah candi Hindu dengan sebuah kisah legendaris Roro Jonggrang, memang menarik untuk dikunjungi. Para traveller yang sekaligus penggemar fotografi, tentu tidak terasa sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengambil gambar Candi dari berbagai sudut.

Seperti tidak pernah puas dengan hasil jepretannya, mereka terus mengambil gambar candi Prambanan, baik dari jauh maupun dari dekat. Mulai dari yang berkamera di ponsel masing-maisng, atau kamera saku sampai para profesional yang menyandang camera dengan lensa tele di atas 300 mm.

prambanan piknik (5)

Hari ini aku ke Prambanan naik taksi sekeluarga dan pulangnya naik Bus Trans Jogjakarta yang nyaman. Biaya naik taksi dari Kuncen sekitar 100 ribu rupiah. Biaya becak dari Candi ke Halte TJ (Trans Jogja) sepuluh ribu per becak dan biaya naik TJ 3.000 rupiah per kepala.

Sambil nunggu di halte TJ, sempat makan nasi uduk Lele goreng. Rasanya enak, gurih dan harganya sangat murah juga. Pas selesai makan langsung bayar karcis TJ dan naik bus 1A. Di Bandara Adi Sucipto ganti bis 1B dan di Halte bis Taman Pintar Jogjakarta ganti lagi dnegan bis 2B. Sampailah di Halte depan SMA Negeri 1.

Prambanan Tour (7)

Sungguh bis TJ yang nyaman, apalagi saat dari Prambanan ke Bandara Adi Sucipto. Penumpangnya hanya kami sekeluarga. AC-nya sangat memadai dan tempat duduknya juga sangat empuk. Untuk bis 1B kursinya agak sedikit lebih keras dan terasa lebih nyaman naik bis 1A.

Malam itupun kita bisa tidur nyenyak. Besok pagi, sehabis subuh mau nyoba ke Paris (Parang Tritis) untuk menikmati wisata Pantai. Pasti tidak kalah indahnya dibanding Prambanan.

prambanan piknik (6)

Laporan mudik pak Iriyanto via milis

Dear all,

Informasi perjalanan mudik via pantura slawi :

start dari cikarang jam 2 pagi, saat ini jam 07.30 sudah sampai Brebes dg kecepatan 60-80 km/jam, melewati tol kanci lanjut tol pejagan keluar arah slawi.
Kondisi jalan pantura sudah mulus dg marka yang jelas, masuk cirebon jalan aspal baru marka belum dibuat.
Sempat antri sebentar di tol kanci gerbang ciperna.
Keluar tol pejagan pun jalan sudah cukup bagus.

Sekian dulu, nanti saya update lagi…
*salam mudik
Iriyanto

Sent from my BlackBerry®

Mudik tak perlu tips lagi, sudah ada lengkap di Gadget

Tahun ini terlihat persiapan tim pemantau pemudik tidak seheboh tahun lalu. Mungkin para pemudik sudah lebih canggih teknologinya, sehingga para pemantau pemudik cukup menyediakan berita secukupnya saja. Lebih nyaman untuk memantau akun twitter rekan mereka yang sedang mudik dibanding membaca berita di TV.

Para pemudik yang sudah berbekal waze, maps (Gugel) atau aplikasi social media yang diciptakan untuk para traveller pasti sudah merasa tidak perlu lagi tips mudik yang kadang kala sudah kadaluwarsa. Lihat saja kalau kita search peta mudik 2011, masih saja ketemu peta mudik tahun-tahun lalu.

13139737714905534

Peta Jakarta di Waze

Hal tersebut terjadi karena peta mudik sudah ada di gadget masing-masing. Aplikasi 4Sqr juga dipastikan akan membuat para pemudik merasa begitu dekat. Mereka yang berteman di 4Sqr akan dengan befgitu cepat mengetahui posisi teman, lengkap dengan kondisi terkini yang dialami sang teman.

Update besar-besaran akan dilakukan oleh waze, bila para wazer mengaktifkan record jalan baru di gadget mereka. Akan muncul gambar tandem roller, di layar monitor, yang membuka jalan baru (peta baru) dan server waze akan mencatatnya dalam data base mereka.

13139748971198259471

Foursquare di gadget Ipad

Bagi yang belum mau mengaktifkan gadget mereka dengan aplikasi socmed versi android atau iOS, silahkan nikmati tips di bawah ini.

Ini tipsnya bila ingin setelah mudik masih bisa tersenyum.

  1. Pastikan kita memilih hari arus balik tidak pada saat puncak arus balik
  2. Pastikan saat kita sampai di rumah lagi waktunya bukan tengah malam. Usahakan pagi atau siang hari.
  3. Pastikan hari kembali dari mudik bukan sehari sebelum masuk kerja ,tapi minimal dua hari sebelum masuk kerja lagi, sehingga ada kesempatan untuk tidak “jetlag”.
  4. Bawa oleh-oleh semampu kita untuk tetangga kita. Bisa dihidang saat ada tetangga datang atau kita antar sambil bersilaturahmi dengan tetangga.
Tiga hal di atas sudah cukup memadai untuk diperhatikan. Bila ada masukan lain, silahkan tulis di kolom komentar, sehingga tips ini bisa menjadi makin bermanfaat.
Untuk Tips mudik memakai MOBIL, silahkan simak masukan di bawah ini.
  1. Cek kondisi mobil di bengkel resmi (kecuali anda mempunyai bengkel amatir yang sangat meyakinkan).
  2. Cek spooring kaki-2 (kalau handling mobil gak enak/lari ke kiri/kanan)
  3. Cek balancing roda (kalau naik mobil seperti naik kuda padahal jalan mulus)
  4. No.2&3 tidak harus dilakukan kalau handling masih mantap.
  5. Kempesin semua ban,ganti dengan nitrogen (lebih tahan panas)
  6. Bawa bohlam lampu besar cadangan, pilih yang murah aja sekitar 10rb-an.
  7. Kalau ada tembakau di rumah jangan dibuang, ini untuk kondisi darurat, bila AC mati dan terjebak hujan (oleskan pada kaca bagian dalam). Bisa juga dengan memakai shampo.
  8. Siapkan uang receh yg banyak.
  9. Silahkan membawa perlengkapan standard; tools kit, dongkrak, ban serep, kotak P3K, segi 3 pengaman (bukan CD), kunci roda, senter, syukur2 punya pompa electric [sambung dengan colokan listrik]. Ember dan beberapa biji air aqua 1 literan [untuk diminum dan siapa tahu radiator tiba-tiba ngadat dan minta minum terus]
  10. Cek kondisi tubuh. Tanya pada diri sendiri, seberapa kuat kita sanggup menyetir. Kalau tidak yakin sebaiknya pakai sopir profesional (tarif berkisar  150-200 ribu/hari), atau cari co pilot.
  11. Beri briefing pada seluruh peserta mudik, bahwa selama perjalanan wajib pasang muka senyum, karena muka masam tidak bermanfaat dan muka dengan senyum dapat menghilangkan penat di jalan.
  12. Bagi yang mengikuti milis, segera lapor untuk menonaktifkan kenaggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)
  13. Meskipun masih bulan puasa, ada baiknya bawa makanan yang terjamin gizi dan kebersihannya, karena saat mudik banyak warung yang tidak sempat nyuci piring dengan baik [akibat kelarisan]. Warung yang terjamin kebersihannya tapi kurang bergizi adalah fast food fried chicken.
  14. Atur tumpukan barang mulai dari yang paling tidak diperlukan di jalan sampai yang sewaktu-waktu diperlukan di jalan.
  15. Pilih SPBU yang besar untuk ke toilet, jadi kalau ngisi bensin jangan penuh-penuh biar bisa mbagi rejeki ke beberapa pom bensin [ini saran tanpa dasar tapi logis lho..!:-)]. SPBU yang kurekomendasikan adalahSPBU Candimas.
  16. Jangan pernah merasa benar meskipun anda memang berada di jalan yang benar. Risikonya ditabrak orang yang salah jalan, sehingga nggak sampai ke kampung malah masuk rumah sakit. Mengalah setahun sekali banyak pahalanya. Amin.
  17. Menyalip rombongan truk/bus dari kiri kadang bisa membebaskan diri dari stress [karena truk/bisnya jalan bak kura-kura lapar], tapi risiko perlu diperhitungkan masak-masak [lihat item no 16]
  18. Menjelang lebaran, hampir semua majalah (terutama majalah gadget) menyediakan tips untuk mudik. Segera ambil bagian petanya, karena hal sepele ini kadang-kadang diperlukan di jalan.
  19. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada.
  20. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  21. Pilih waktu berangkat sesuai kebiasan anda menyetir, atau kebiasaan sopir menyetir. Berangkat pagi dapat menikmati perjalanan, tetapi lambat. Berangkat malem lebih cepat tapi ada bahaya ngantuk. Bila bingung, sholat dulu, minta petunjuk pada Tuhan.
  22. Sebelum berangkat, pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya [lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll]. Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu [mengesankan ada orang di dalam]. Bila memungkinkan pasang lampu sensor [malam nyala dan siang mati].
  23. Bila berlangganan koran, pastikan sudah bilang sama agen agar tidak mengirim koran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
  24. Bawa ID Card [KTP, SIM, STNK] yang berlaku [pasport gak usah dibawa gak papa]
  25. Berdoa sebelum berangkat. Berdoa sepanjang jalan dan bersyukur bila sudah sampai dengan selamat.
  26. Bagi yang membawa anak kecil, pastikan semua keperluan dan kebiasaan anak sudah kita pahami, sehingga kita sudah punya jadwal kapan berhenti dan apa saja yang perlu dibawa untuk mengatasi kerewelan anak.
  27. Bagi pengguna Android, Blackberry, Ipad, silahkan menjalankan aplikasi waze untuk memantau perjalanan. Bisa juga dengan fasilitas Google Maps.

Bagi pemudik dengan sepeda motor, ada beberapa contekan dari bengkel AHM. Ini tipsnya :

  1. Pastikan kondisi badan sehat. Lakukan pemanasan fisik dan persiapan mental/emosi.
  2. Gunakan perlengkapan standard [helm full/half face, sarung tangan, jaket berwarna terang]
  3. Siapkan perlengkapan standard [kunci pas/busi, tang, obeng min-plus, lap dan peta mudik]
  4. Masukkan dulu ke bengkel resmi, untuk pemeriksaan lengkap [bensin, fuel meter, aki, kelistrikan, oli, ban, trantai, rem, kebocoran oli, lampu, kaca spion dan klakson]
  5. Istirahat setiap 1-1,5 jam perjalanan. Cari tempat yang bersih untuk ISHOMA [pom bensin besar, warung fast food, dll] hindari warung yang terlalu laris [nyucinya sering kelupaan], jadi bagi-bagi rejeki ke warung yang kurang laris [tapi bersih dan murah]
  6. Cukup dua orang untuk satu sepeda motor, jangan emmaksakan diri untuk mengajak anak kecil
  7. Berhenti jika ingin menerima talipon [HaPe]
  8. Tidak salah membawa jas hujan
  9. Saat jalan beriringan, jaga jarak aman dan hindari ngobrol dengan pengendara lain. Kalau nggak kepaksa, jangan nyalip deh [apalagi dari sisi kiri]
  10. Di jalan bergelombang, pakai posisi off roader [pantat diangkat sedikit, sehingga kaki ikut menjadi peredam kejut]
  11. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada. Jangan lupa bawa chargernya.
  12. Ini yang sulit; bawa barang secukupnya, sesuaikan dengan kemampuan motor atau risiko motor tak terkendali akan menimpa anda.
  13. Sabar dan jauhkan emosi sesaat, patuhi rambu-rambu lalin. Biarkan orang lain tidak patuh, tapi anda HARUS PATUH ! [ngerti nggak??!?? He..he..he.. kok malah aku yang emosi...!:-)]
  14. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  15. Sebelum berangkat, pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya [lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll]. Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu [mengesankan ada orang di dalam]. Bila memungkinkan pasang lampu sensor [malam nyala dan siang mati].
  16. Bila berlangganan koran, pastikan sudah bilang sama agen agar tidak mengirim koran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
  17. Bawa ID Card [KTP, SIM, STNK] yang berlaku
  18. Bagi yang ikut milis, segera lapor untuk menonaktifkan keanggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)
  19. Berdoalah sebelum melakukan perjalanan.
  20. Bersyukur di setiap saat.

seputar mudik

Mari berbagi tips mudik. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Salam SEHATI

+++

Foto dari internet
Artikel dari Kompasiana

Monumen Yogya Kembali

Ke Yogya?

Jangan lupa mampir ke Monjali alias Monumen Jogja kembali. Monumen/museum Jogja Kembali terletak di sebelah utara kota Yogyakarta, tepatnya di pinggir Ring Road utara, tepat di sebelah timur perempatan jalan Magelang dengan Ring Road utara.

Monumen yang indah ini ternyata memang sangat layak untuk dikunjungi, terutama mereka yang cinta akan Indonesia dan ingn mengharagai pahlawannya. Di museum ini serasa kita berhadapan langsung dengan peristiwa Yogya kembali beberapa puluh tahun silam.

Tidak hanya suara merdu yang menjelaskan suasana saat itu tetapi penampilan patung-patung yang sangat mirip aslinya membuat suasana makin terbentuk. Kita bisa melihat patung presiden Soekarno yang legendaris, Sudirman yang kharismatik maupun Sultan HB IX yang penuh wibawa meskipun wajahnya terlihat sangat muda.

Bagi penduduk kota Yogyakarta tentu lebih berkesan lagi, karena bisa melihat suasana stasiun tugu, hotel tugu di masa puluhan tahun lalu dalam bentuk yang sangat mirip Pemeliharaan ruangan oleh para “janitor” juga membuat kaca yang membatasi penonton dan ruangan patung seolah tanpa kaca pembatas.

Setelah puas menyaksikan beberapa ragkaian peristiwa di sekitar tahun 1949 itu, maka ada satu ruangan lagi yang perlu dilihat, itulah ruang sunyi, ruang untuk berdoa. Sayangnya ruang ini jadi kurang bermakna karena banyaknya pengunjung yang berbicara di ruangan itu. Gema yang terpantulkan oleh dinding ruangan membuat ruangan itu kelihatannya tidak akan pernah sunyi akan suara.

Di lantai 1, di bawah ruangan patung, kita dapat melihat secara langsung tandu yang sangat lengendaris, yang dipakai Sang Jenderal Besar Sudirman. Itulah tandu darurat yang sebenarnya adalah sebuah kursi rotan biasa yang diikat dengan beberapa kayu tambahan agar yang duduk di kursi itu dapat menikmati perjalanan tanpa terganggu cuaca panas dan jalan yang berbatu.

Bila hujan tiba, tentu Pak Dirman tetap akan kehujanan dan kita bisa membayangkan betapa patriotiknya para pejuang kita di jaman dulu. Sudirman memang fenomenal dan kharismanya tetap tidak luntur sampai saat ini.

Banyak sekali barang-barang tempoe doeloe yang ada di museum ini dan semuanya dipajang dengan komposisi dan posisi yang cukup nyaman untuk dilihat. Yang sudah lupa pada wujud senthir (lampu minyak) jaman dulu, bisa melihatnya di museum ini.

Cindera mata yang murah meriah juga ada di museum ini, sehingga sangat memadai untuk oleh-oleh teman-teman yang tidak bisa diajak ikut serta. Soal kualitas memang tidak bisa dibandingkan dengan barang yang bermerk, tetapi sebagai ujud cindera mata sudah cukup memadai.

Kuliner yang ada di museum ini juga beraneka ragam dan dikemas dengan model stand-stand mini di berbagai pojok ruangan, di pinggir kolam maupun yang di luar lokasi museum. Yang berada di sekitar museum hampir semuanya berupa makanan ringan sampai makanan semi berat. Di luar pagar museum barulah kita bis amenikmati makanan berat dengan berbagai macam seleranya.

Lebih ke timur sedikit ada resto besar yang mempunyai tempat parkir cukup luas, sehingga museum ini sangat cocok untuk mereka yang berasal dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Yang tidak nyaman duduk di bawah tenda dengan naungan pohon rindang, bisa memilih makan di resto besar di dekat museum. Bagi yang ingin berhemat bisa masuk ke tenda dan makan sepuasnya dengan biaya yang khas Yogya, murah meriah.

Permainan di museum ini dulu cukup lengkap, ada balon udara, ATF, dll, tapi saat ini kedua mainan ini sudah tidak terlihat di museum ini. Yang masih bisa dinikmati oleh para pengunjung adalah olah raga air (kapal kayuh), flying fox, sepeda tandem dan becak.

Pengunjung dipacu adrenalinnya dengan menaiki menara yang cukup tinggi sebelum dapat meluncur dengan santai melalui kolam dan pintu masuk museum.

Becak mini yang disewa 15.000 untuk dua kali putaran juga terlihat laris manis digemari para pengunjung. Tidak terlihat becak nganggur di lokasi parkirnya. Begitu selesai disewa, sudah ada penyewa lain yang antri untuk mencoba nikmatnya naik becak. Jadi ingat kaset Basiyo mBecak yang sangat fenomenal di tahun 70-an dulu.

Kalau ada kekurangan di museum ini, maka adalah panasnya lokasi saat matahari berada di atas kepala kita. Mungkin bisa dipikirkan tambahan shelter pelindung untuk mereka yang ingin menyaksikan keluarganya bermain becak, flying fox atau sekedar jajan makanan kecil.

H-3 : Jakarta – Jogja 12 jam

Secara umum perjalanan mudik ini sangat lancar,meski menjadi terhambat karena hujan yang turun cukup deras sejak keluar dari tol Cipularang. Di beberapa tempat hujan ini berhenti total, tapi selang beberapa menit kemudian kembali turun, baik gerimis, setengah deras sampai deras.

Jalan mulus tanpa hambatan tentu dari Cawang sampai Cileunyi. Setelah itu jalan tetap mulus. Nagreg masih normal alias sepi-sepi saja. Polisi terlihat berjaga-jaga di beberapa tempat strategis.

Memasuki Jawa Tengah kondisi jalan berubah total. Terlihat tidak ada pembenahan di jalur selatan wilayah Jawa Tengah. Mungkin dianggap jalan masih layak sehingga prioritas pembenahan dipusatkan ke Pantura, yang selalu sarat dengan masalah macet.

Akhirnya setelah 12 jam mengarungi jalan dengan diiringi hujan yang sangat setia, sampailah di kota Jogja dengan aman dan selamat. Ucapan terima kasih kusampaikan pada teman-teman yang selalu mengikuti perjalananku ini. Doa yang mengalir begitu banyak dari teman-teman yang sehati membuat perjalnan terasa ringan.

Di sepanjang perjalanan sempat berhenti di beberapa tempat. Antara lain di SPBU Terapi Air Hangat. Lokasinya ada di Jl. Pamoyanan Km 81 Ciawi Tasikmalaya.Cukup bayar 5.000 dan bisa mandi sepuasnya di kamar mandi. Kalau mau di kolam air hangat lebih murah lagi. Paling murah tentu kalau hanya ke toilet.

Kalau menjelang buka puasa sampai di lokasi ini, maka kita bisa langsung sambung acara mandi dengan acara buka puasa. Ada resto artistik di samping kolam. Ada juga sebuah masjid kecil yang cukup bersih.

SPBU terapi air hangat ini kalau dari arah Bandung menuju Ciamis, terletak di sebelah kiri jalan. Sebuah tempat yang layak dikunjungi para pemudak maupun pemudik.

Pemberhentian ke dua si Sumpyuh. Ada resto Pringsewu disitu. Sayangnya menu pilihanku kurang pas malam itu. Sop buntutnya keras dan gigiku gak sanggup mencabik-cabik dagingnya. Sempat main juga di stand telkomsel. Kasih kado buat driver berupa pulsa Simpati dan dapet hadiah bantal leher, peta lengkap dengan iklannya dan pijat gratis.

Peta terlengkap tentu yang dikeluarkan Jasa Marga di Pintu Tol. Meskipun penuh iklan juga, tetapi cetakannya jelas dan sangat mudah dibaca. Kualitas kertas dan cetakannya sangat prima.

Di sepanjang jalan juga terlihat banyak iklan yang saling berlomba menarik perhatian masyarakat. Hujan memang sedikit menghambat perjalanan. Meski terlihat beberapa sepeda motor tetap jalan meski hujan dan gelap. Aku tak tahu apakah itu sebuah bentuk komitment yang tinggi untuk mudik atau bentuk kenekadan yang tanpa nerpikir lebih jauh. Salah satu di antara mereka sempat mencium mobil yang kunaiki dan kemudian lari begitu saja.

Gerimis tetap jalan terus

Gerimis tetap jalan terus

Hujan deras juga bukan halangan

Hujan deras juga bukan halangan

Di tempat lain ada Toyota Kijang Inopa yang menyalip dan setelah menyalip penumpangnya langsung membuang sampah melalui jendela sebelah kiri. Tersinggungkah aku? Yah…senyum sajalah sambil geleng-geleng kepala.

Alhamdulillah, sekarang sudah sampai di Jogja dengan selamat, sementara itu berita di detik dot com menyebutkan kalau semua jalan keluar dari Jakarta sangat padat.

Road Transport & Traffic Management Center (RTTMC)

Road Transport & Traffic Management Center (RTTMC)

☐ Layanan INFO MUDIK LEBARAN Kementerian Perhubungan

FITURE:
☑ Info Lalulintas terkini
☑ Peta mudik terbaru,
☑ 40an CCTV Real Time
☑ Info lokasi yang mungkin Anda butuhkan saat mudik,
☑ SMS pengaduan, dll.,

Download Launcher Mobile Web RTTMC:

☑ HP Blackberry:
http://bit.ly/OTA2-RTTMC

☑ HP berbasis Symbian S60v3/up (Nokia, Samsung, Sony Ericsson, dll):
http://bit.ly/symbian-RTTMC

☑ HP berbasis Windows Mobile, Android, iPhone:
http://bit.ly/J2ME-iphone-android-RTTMC

Atau langsung arahkan browser HP Anda ke Mobile Web RTTMC:
http://rttmc-hubdat.web.id/

http://www.rttmc-hubdat.web.id/rttmcnew/

Info lebih lanjut, untuk sementara ini silahkan bergabung ke:
FACEBOOK: Info Mudik Lebaran
YAHOOGROUPS: rttmc-hubdat@yahoogroups.com

© RTTMC 2010
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN, Ditjen Perhubungan Darat
____________________________
NOTE: Mhn bantu sebarluaskan
Semoga bermanfaat

+++

Bila kita klik icon RTTMC (kanan paling bawah), maka muncul tampilan sebagai berikut :

Entah karena banyaknya pengakses atau kurang lebarnya bandwith, maka situs ini jadi agak susah diakses.

Peta Mudik dari PC Media

Dalam edisi 10/2010 majalah PC Media tidak hanya mengeluarkan Antivirus PCMAV 4.0 Ragnarok 2 yang sakti, tetapi juga memberikan hadiah Peta Mudik gratis pada para pembacanya.

Bagi yang tertarik mengunduh dipersilahkan milih peta di bawah ini :

  1. Peta Mudik Jawa Bali lengkap
  2. Peta Bus TransJogja
  3. Sketsa Jalan Sumatera (sangat disarankan untuk dimiliki, dalam format Excel)
  4. Jalur bis Jakarta
Peta Mudik Sumatera (excel)

Peta Mudik Sumatera (excel)

Kuliner Solo

Bernostalgia dengan aneka makanan khas Solo yang otentik
(dari milis kuliner Bangomania)

Rindu kampung halaman di Solo ketika Anda berada di Jakarta? Adalah satu keberuntungan Anda berada di kota yang punya seribu kuliner seperti Jakarta. Karena segala macam makanan mulai dari tradisional sampai mancanegara tumpah ruah di sini, termasuk makanan Solo yang otentik. Simak liputan yang berikut.

Ketika mendengan kata Surakarta mungkin Anda tak akan terlalu familiar dibanding dengan Solo. Ya, siapa yang tak kenal kota indah yang dialiri sungai Bengawan Solo ini. Awalnya, kota ini bernama Surakarta namun nama Sala atau Solo mulai populer di masyarakat sejak Belanda memberlakukan struktur pemerintahan dobel di Surakarta akibat perjanjian Giyanti. Perjanjian Giyanti ini membuat pemerintahan Surakarta terpecah menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Daerah Kasunanan Surakarta inilah yang akhirnya berkembang menjadi kota Solo. Nama ini diambil dari nama desa tempat berdirinya Keraton Surakarta yaitu Desa Sala.

Hampir semua orang, pastinya mengidentikkan makanan Solo memiliki citarasa makanan yang cenderung manis. “Pada dasarnya, makanan khas Solo memiliki citarasa yang variatif, termasuk gurih. Namun, rasa manis lebih mendominasi,” ungkap William Wongso, pakar kuliner makanan Nusantara. Hanya saja, yang masih terlihat sangat dominan dan menjadi ciri khas makanan Solo adalah adanya penggunaan santan dan gula jawa, serta aneka bumbu lain seperti daun salam, dan serai. Banyaknya desa-desa di kota Solo membuat citarasa dan jenis makanan tradisional semakin variatif.

Akulturasi Budaya.

Variasi rasa masakan khas Solo rupanya juga dipengaruhi oleh sentuhan kuliner Belanda. Salah satu makanan khas Solo yang juga mendapatkan sentuhan kuliner Belanda adalah Bestik Solo. Bestik sendiri merupakan hasil pelafalan lidah pribumi dari bahasa Belanda Biefstuk yaitu masakan yang terbuat dari daging dan sayuran dengan saus sejenis steak. Bestik Jawa merupakan akulturasi masakan Eropa yang disesuaikan dengan lidah lokal. Hasil silang rasa itu telah turun-temurun dan disajikan sebagai menu yang kemudian diklaim sebagai masakan khas Solo.

Salah satu rumah makan yang menyajikan kenikmatan citarasa Bestik Solo adalahWarung Tenda Harjo Bestik di Solo. Menu yang menjadi unggulan di tempat ini adalah Bestik Lidah Sapi. Bestik ini terbuat dari lidah sapi yang dipotong kecil, dan direbus dengan menggunakan kaldu ayam selama 3-4 jam sampai matang. Ketika akan disajikan, Bestik Lidah ini pun disajikan dengan siraman saus yang mirip dengan Brown Sauce.

Jenis makanan lain yang juga menjadi makanan khas kota bengawan ini adalah Sop Timlo. Sop ini merupakan jenis sop berkuah bening dengan bumbu yang minimalis. Dan uniknya, ke dalam sop ini ditambahkan kecap manis sebagai ‘pewarna’ kuah sop. Beberapa orang mungkin lebih familiar dengan sebutan Kimlo, dan nyaris menyamakan kedua jenis Sop ini. Namun, ternyata kedua jenis sop ini berbeda, meski nyaris mirip. Perbedaan yang paling jelas terlihat pada salah satu bahan isian sop ini. Sop Timlo berisi jamur kuping, wortel, bunga sedap malam, soun, dan irisan sosis solo, dan Sop Kimlo tak berisi Sosis Solo tapi Kekian.

“Timlo adalah versi asli Sop khas Solo, sedangkan Kimlo sudah ada campuran aliran Chinese,” tambah William. Jika kebetulan bertandang ke Kota Solo, maka cobalah mampir ke Timlo Sastro di Pasar Gede. Semangkok Timlo Solo yang bening terasa sangat nikmat dengan aneka isian jamur dan wortel yang renyah. Harumnya bunga sedap malam, rupanya menebar aroma tersendiri dalam kuah Timlo ini sedikit berbeda dari Timlo lainnya karena tak menggunakan soun sebagai campurannya.

Populer di Jakarta.

Makanan Solo termasuk jenis makanan yang populer di Jakarta. Beragam makanan tradisional seperti Tengkleng, Tongseng, dan Nasi Liwet, pastinya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Jakarta. Rasanya yang gurih, dan unik membuat aneka menu makanan ini pas di lidah setiap orang.

Tengkleng adalah jenis makanan khas Solo yang tak hanya disukai warga Solo saja, tapi juga penduduk kota lainnya termasuk Jakarta. Tengkleng pada versi original Solo merupakan makanan yang tak bersantan, sedangkan Gule menggunakan campuran santan pada kuahnya. “Tengkleng yang asli Solo itu tak bersantan, yang bersantan itu Gule,” beber William.
Penjual Tengkleng yang paling populer di Solo adalah Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer. Tapi untuk bisa menyantap Tengkleng dan makanan lainnya seperti Soto Nggading, Serabi Notosuman, Nasi Liwet, Kimlo, Oseng-Oseng Mercon, Sosis Solo, Selat Solo, Gado-Gado Solo Anda tak harus jauh-jauh ke Solo. Hampir semua jenis makanan ini sudah bisa didapatkan di Jakarta. Nah, jika tertarik mencicip makanan Solo yang otentik simak beberapa rekomendasi tim Info Kuliner berikut ini ya…

(Ina)

Person quoted: William Wongso (pakar kuliner Nusantara)

* Daftar Rekomendasi Tempat Makan Khas Solo
* Jabodetabek

- Pawon Solo
Jl. Kemang Raya No. 75B, Jakarta Selatan
Telp. (021) 7179 0450
Menu Favorit: Salat Solo, Nasi Liwet, Wedang Tape
Harga: Rp 20 ribu-Rp 30 ribu
Buka: 10.00-20.00 WIB

- Waroeng Solo
Jl. Madrasah No. 14, Jeruk Purut, Jakarta Selatan
Telp. (021) 7884 3144
Menu Favorit: Nasi Liwet, Garang Asem, Ketan Juhur, Wedang Jahe
Harga: Rp 5 ribu-Rp 20 ribu
Buka: 09.00-22.00 WIB

- Dapur Solo
Jl. Danau Sunter Utara R 35, Jakarta Utara
Telp. (021) 640 5812 / 6530 2870
Menu Favorit: Nasi Langgi, Selat Solo, Kue Serabi
Harga: Rp 5 ribu-Rp 30 ribu
Buka: 09.00-22.00 WIB

- Tohjoyo Solo
Belakang Wisma Bakrie, Kuningan Jakarta Selatan
Telp. (021) 884 7102
Menu Favorit: Bebek Khas Solo, Sayur Asem, Ayam Goreng
Harga: Rp 5 ribu-Rp 20 ribu
Buka: 10.00-15.00 WIB

- Resto Solo Gallery dan Rumah Komik
Jl. Pajajaran Indah V, No. R-5, Bogor Jawa Barat (dekat dengan Bogor Medical Center)
Telp. (0251) 375151
Menu Favorit: Nasi Liwet Komplit, Nasi Gudeg Komplit, Selat Solo, Garang Asem
Harga: Rp 10 ribu-Rp 25 ribu
Buka: 10.00-21.00 WIB

- Angkringan Hik Solo Kasirun Solo
Jl. Dermaga Raya 322, Duren Sawit, Jakarta Timur
Hp. 0817 490 7066
Menu Favorit: Nasi Kucing, Ikan Bandeng, Sate Ati Ampela
Harga: Rp 2 ribu-Rp 5 ribu
Buka: 18.00-01.00 WIB

- Tongseng Pak Naryo
Jl. Raya Serpong Km 8, Tangerang
Telp. (021) 5396535
Menu Favorit: Tongseng Kambing, Gule Kambing, Nasi Goreng Kambing
Harga: Rp 12 ribu-Rp 16 ribu
Buka: 08.00-22.30 WIB

- Warung Pak Dadi Solo
Jl. TB. Simatupang, Pasar Rebo Jakarta Timur
Jl. Ciputat Raya Depan Pasar Gintung, Jakarta Selatan
Telp. (021) 8779 6919, 8778 2049, 749 5730
Menu Favorit: Sate Solo, Tongseng dan Tengkleng
Harga: Rp 8 ribu-Rp 12 ribu
Buka: 09.00-21.00 WIB

- Nasi Liwet Solo
Jl. Cendrawasih 7a (dekat perempatan Arteri Pondok Indah),
Telp. (021) 7230 8528
Menu Favorit: Nasi Liwet dan Selat Solo
Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 17.00-21.00 WIB

- Rm Bengawan Solo
Ruko Perum Permata Hijau
Telp. (021) 7027 7208
Menu Favorit: Ayam Bakar khas Solo
Harga: Rp 12 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

- “Pondol”, Podok Es Cendol
Jl. Tanah Abang II No. 109 C-D, Jakarta Pusat
Jl. Muwardi 1/23 Grogol, Jakarta Barat
Telp. (021) 386 1382, 563 4358
Menu Favorit: Nasi Liwet, Gudeg, Selat Solo, Kupat Tahu
Harga: Rp 13 ribu-Rp 20 ribu
Buka: 09.00-21.00 WIB kecuali Minggu s/d 17.00 (Rabu Tutup)

- Rumah Makan Solo
Gading Food City Kelapa Gading, Jakarta Utara
Telp. 0817 788489
Menu Favorit: Gurame Bakar Madu, Tongseng Kambing
Harga: Rp 25 ribu-Rp 75 ribu
Buka: 15.00-24.00 WIB

- Warung Sate Solo “Sumber”
Jl. Ampera Raya (samping IIP)
Jl. Madrasah Raya (Samping Lampu Merah Sawo), Cilandak, Jaksel
Telp. (021) 7884 3832, Hp. 0813 8708 9953
Menu Favorit: Sate Kambing, Sate Ayam, Sop Gule, Tongseng, Nasi Goreng
Harga: Rp 11 ribu-Rp 18 ribu
Buka: 08.00-21.30 WIB

- Warung Anglo
Jl. Bulungan 26, Kebayoran Jakarta Selatan
Telp. (021) 7722 0891
Menu Favorit: Ayam Lombok Rawit dan Sambel Bledeg
Harga: Rp 10 ribu-Rp 55 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

- RM Madukoro
Jl. Raya Pondok Gede no. 7 A, Halim Perdana Kusuma
Telp. (021) 800 6640, 801 6009
Menu Favorit: Ayam Goreng, Selat Solo, Sambel Krecek dan Sayur Asem
Harga: Rp 1,5 ribu-Rp 80 ribu
Buka: 10.00-21.00 WIB

- Resto 30 “Omah Solo”
Jl. TB. Simatupang
Telp. (021) 9811 3333
Menu Favorit: Oseng-Oseng Mercon, Tengkleng Solo dan Pecel Sego Abang
Harga: Rp 10 ribu-Rp 35 ribu
Buka: 10.00-21.00 WIB

- Sindoro Restoran
Jl. Tanah Abang II No. 13, Jakarta
Telp. (021) 384 9260
Menu Favorit: Bistik Jawa Uraban, Tempe Bacem dan Kering Ikan Kalapan
Harga: Rp 4 ribu-Rp 25 ribu
Buka: 09.00-15.00 WIB

- Pendopo Kemang
Jl. Kemang Selatan no.111
Telp. (021) 718 3731
Menu Favorit: Nasi Langgi, Nasi Gurih
Harga: Rp 5 ribu-Rp 60 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

- Serabi Notosuman
Ruko Pasar Modern R 72 Pintu Timur BSD City, Tangerang
Telp. (021) 5315 8472
Menu Favorit: Serabi aneka topping
Harga: Rp 2,5 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

* Solo

- Warung Pecel Ndeso Solo
Jl. Dr. Soepomo 55 Solo
Telp. (0271) 737379
Menu Favorit: Lontong Opor, Pecel Solo, Nasi Liwet
Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 07.00-16.00 WIB

- Timlo Sastro
Pasar Gede Timur no. 1 Solo
Telp. (0271) 654820, 736025
Menu Favorit: Nasi Timlo
Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 06.30-15.30 WIB

- Warung Makan Tenda Harjo Bestik
Jl. Dr. Radjiman Pasar Kembang
Telp. 0818 0454 4472
Menu Favorit: Bistik Lidah, Bestik Dadar Lidah, Bestik Daging
Harga: Rp 10 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 18.00-00.30 WIB

- Nasi Liwet Yu Sani
Jl. Solo Baru, dekat pos polisi Bacem, sebelum pertigaan Solo Baru, Gading
Telp. 0817 441 618
Menu Favorit: Nasi Liwet
Harga: Rp 5 ribu-Rp 12 ribu
Buka: 17.00-23.00 WIB

- Sate Buntel Tambak Segaran
Jl. Sutan Syahrir No. 149, Solo
Telp. (0271) 702 5006, 0852 9341 8580

Menu Favorit: Sate Buntel
Harga: Rp 28 ribu
Buka: 12.00-22.00 WIB

- Tengkleng Bu Edi
Depan Pasar Klewer (dibawah Gapura Pasar Klewer)
Telp. (0271) 651 552

Menu Favorit: Tengkleng
Harga: Rp 15 ribu
Buka: 13.30-16.00 WIB

Info Kuliner – 13-26 Agustus 2010

Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare.com/user/mediacare

Seputar Kuliner di Jogja

Bagi yang berlebaran atau mudik di Jogja, berikut ini saya lampirkan 17 tempat wisata kuliner yang pernah saya kunjungi, untuk detil dari masing-masing warung makannya, bisa dibaca di masing-masing link.

1. Sega Geneng ,

2. Jejamuran Resto,

3. Gubug Makan Mang Engking,

4. Sate Karang Pak Prapto ,

5. Sate Klatak Mas Barry,

6. Soto Sulung Pak Malik Stasiun Tugu Yogya,

7. Gudeg Bu Hj Amad,

8. Gudeg Yogya Yu Djum,

9. Gudeg Permata Bu Pujo ,

10. Bebek Goreng Cak Koting,

11. Bakmi mBah Mo,

12. Bakmi Kadin,

13. Bakmi Geno,

14. Bakmi Jawa Pak Rebo Kintelan,

15. Mangut Lele Bu Is Jetis,

16. Sate Goreng Ringin Kronggahan,

17. Bakmi Jawa mBah Hadi Terban,

Sumber :
kulineronline.net
~tomo~

+++
Warung Mie Sehati “EMIA” baru buka tanggal 12 September 2010.
+++

Contoh makanan berkolesterol yang menggoda.

sumber gambar disini

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.