Kuliner Solo


Bernostalgia dengan aneka makanan khas Solo yang otentik
(dari milis kuliner Bangomania)

Rindu kampung halaman di Solo ketika Anda berada di Jakarta? Adalah satu keberuntungan Anda berada di kota yang punya seribu kuliner seperti Jakarta. Karena segala macam makanan mulai dari tradisional sampai mancanegara tumpah ruah di sini, termasuk makanan Solo yang otentik. Simak liputan yang berikut.

Ketika mendengan kata Surakarta mungkin Anda tak akan terlalu familiar dibanding dengan Solo. Ya, siapa yang tak kenal kota indah yang dialiri sungai Bengawan Solo ini. Awalnya, kota ini bernama Surakarta namun nama Sala atau Solo mulai populer di masyarakat sejak Belanda memberlakukan struktur pemerintahan dobel di Surakarta akibat perjanjian Giyanti. Perjanjian Giyanti ini membuat pemerintahan Surakarta terpecah menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Daerah Kasunanan Surakarta inilah yang akhirnya berkembang menjadi kota Solo. Nama ini diambil dari nama desa tempat berdirinya Keraton Surakarta yaitu Desa Sala.

Hampir semua orang, pastinya mengidentikkan makanan Solo memiliki citarasa makanan yang cenderung manis. “Pada dasarnya, makanan khas Solo memiliki citarasa yang variatif, termasuk gurih. Namun, rasa manis lebih mendominasi,” ungkap William Wongso, pakar kuliner makanan Nusantara. Hanya saja, yang masih terlihat sangat dominan dan menjadi ciri khas makanan Solo adalah adanya penggunaan santan dan gula jawa, serta aneka bumbu lain seperti daun salam, dan serai. Banyaknya desa-desa di kota Solo membuat citarasa dan jenis makanan tradisional semakin variatif.

Akulturasi Budaya.

Variasi rasa masakan khas Solo rupanya juga dipengaruhi oleh sentuhan kuliner Belanda. Salah satu makanan khas Solo yang juga mendapatkan sentuhan kuliner Belanda adalah Bestik Solo. Bestik sendiri merupakan hasil pelafalan lidah pribumi dari bahasa Belanda Biefstuk yaitu masakan yang terbuat dari daging dan sayuran dengan saus sejenis steak. Bestik Jawa merupakan akulturasi masakan Eropa yang disesuaikan dengan lidah lokal. Hasil silang rasa itu telah turun-temurun dan disajikan sebagai menu yang kemudian diklaim sebagai masakan khas Solo.

Salah satu rumah makan yang menyajikan kenikmatan citarasa Bestik Solo adalahWarung Tenda Harjo Bestik di Solo. Menu yang menjadi unggulan di tempat ini adalah Bestik Lidah Sapi. Bestik ini terbuat dari lidah sapi yang dipotong kecil, dan direbus dengan menggunakan kaldu ayam selama 3-4 jam sampai matang. Ketika akan disajikan, Bestik Lidah ini pun disajikan dengan siraman saus yang mirip dengan Brown Sauce.

Jenis makanan lain yang juga menjadi makanan khas kota bengawan ini adalah Sop Timlo. Sop ini merupakan jenis sop berkuah bening dengan bumbu yang minimalis. Dan uniknya, ke dalam sop ini ditambahkan kecap manis sebagai ‘pewarna’ kuah sop. Beberapa orang mungkin lebih familiar dengan sebutan Kimlo, dan nyaris menyamakan kedua jenis Sop ini. Namun, ternyata kedua jenis sop ini berbeda, meski nyaris mirip. Perbedaan yang paling jelas terlihat pada salah satu bahan isian sop ini. Sop Timlo berisi jamur kuping, wortel, bunga sedap malam, soun, dan irisan sosis solo, dan Sop Kimlo tak berisi Sosis Solo tapi Kekian.

“Timlo adalah versi asli Sop khas Solo, sedangkan Kimlo sudah ada campuran aliran Chinese,” tambah William. Jika kebetulan bertandang ke Kota Solo, maka cobalah mampir ke Timlo Sastro di Pasar Gede. Semangkok Timlo Solo yang bening terasa sangat nikmat dengan aneka isian jamur dan wortel yang renyah. Harumnya bunga sedap malam, rupanya menebar aroma tersendiri dalam kuah Timlo ini sedikit berbeda dari Timlo lainnya karena tak menggunakan soun sebagai campurannya.

Populer di Jakarta.

Makanan Solo termasuk jenis makanan yang populer di Jakarta. Beragam makanan tradisional seperti Tengkleng, Tongseng, dan Nasi Liwet, pastinya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Jakarta. Rasanya yang gurih, dan unik membuat aneka menu makanan ini pas di lidah setiap orang.

Tengkleng adalah jenis makanan khas Solo yang tak hanya disukai warga Solo saja, tapi juga penduduk kota lainnya termasuk Jakarta. Tengkleng pada versi original Solo merupakan makanan yang tak bersantan, sedangkan Gule menggunakan campuran santan pada kuahnya. “Tengkleng yang asli Solo itu tak bersantan, yang bersantan itu Gule,” beber William.
Penjual Tengkleng yang paling populer di Solo adalah Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer. Tapi untuk bisa menyantap Tengkleng dan makanan lainnya seperti Soto Nggading, Serabi Notosuman, Nasi Liwet, Kimlo, Oseng-Oseng Mercon, Sosis Solo, Selat Solo, Gado-Gado Solo Anda tak harus jauh-jauh ke Solo. Hampir semua jenis makanan ini sudah bisa didapatkan di Jakarta. Nah, jika tertarik mencicip makanan Solo yang otentik simak beberapa rekomendasi tim Info Kuliner berikut ini ya…

(Ina)

Person quoted: William Wongso (pakar kuliner Nusantara)

* Daftar Rekomendasi Tempat Makan Khas Solo
* Jabodetabek

– Pawon Solo
Jl. Kemang Raya No. 75B, Jakarta Selatan
Telp. (021) 7179 0450
Menu Favorit: Salat Solo, Nasi Liwet, Wedang Tape
Harga: Rp 20 ribu-Rp 30 ribu
Buka: 10.00-20.00 WIB

– Waroeng Solo
Jl. Madrasah No. 14, Jeruk Purut, Jakarta Selatan
Telp. (021) 7884 3144
Menu Favorit: Nasi Liwet, Garang Asem, Ketan Juhur, Wedang Jahe
Harga: Rp 5 ribu-Rp 20 ribu
Buka: 09.00-22.00 WIB

– Dapur Solo
Jl. Danau Sunter Utara R 35, Jakarta Utara
Telp. (021) 640 5812 / 6530 2870
Menu Favorit: Nasi Langgi, Selat Solo, Kue Serabi
Harga: Rp 5 ribu-Rp 30 ribu
Buka: 09.00-22.00 WIB

– Tohjoyo Solo
Belakang Wisma Bakrie, Kuningan Jakarta Selatan
Telp. (021) 884 7102
Menu Favorit: Bebek Khas Solo, Sayur Asem, Ayam Goreng
Harga: Rp 5 ribu-Rp 20 ribu
Buka: 10.00-15.00 WIB

– Resto Solo Gallery dan Rumah Komik
Jl. Pajajaran Indah V, No. R-5, Bogor Jawa Barat (dekat dengan Bogor Medical Center)
Telp. (0251) 375151
Menu Favorit: Nasi Liwet Komplit, Nasi Gudeg Komplit, Selat Solo, Garang Asem
Harga: Rp 10 ribu-Rp 25 ribu
Buka: 10.00-21.00 WIB

– Angkringan Hik Solo Kasirun Solo
Jl. Dermaga Raya 322, Duren Sawit, Jakarta Timur
Hp. 0817 490 7066
Menu Favorit: Nasi Kucing, Ikan Bandeng, Sate Ati Ampela
Harga: Rp 2 ribu-Rp 5 ribu
Buka: 18.00-01.00 WIB

– Tongseng Pak Naryo
Jl. Raya Serpong Km 8, Tangerang
Telp. (021) 5396535
Menu Favorit: Tongseng Kambing, Gule Kambing, Nasi Goreng Kambing
Harga: Rp 12 ribu-Rp 16 ribu
Buka: 08.00-22.30 WIB

– Warung Pak Dadi Solo
Jl. TB. Simatupang, Pasar Rebo Jakarta Timur
Jl. Ciputat Raya Depan Pasar Gintung, Jakarta Selatan
Telp. (021) 8779 6919, 8778 2049, 749 5730
Menu Favorit: Sate Solo, Tongseng dan Tengkleng
Harga: Rp 8 ribu-Rp 12 ribu
Buka: 09.00-21.00 WIB

– Nasi Liwet Solo
Jl. Cendrawasih 7a (dekat perempatan Arteri Pondok Indah),
Telp. (021) 7230 8528
Menu Favorit: Nasi Liwet dan Selat Solo
Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 17.00-21.00 WIB

– Rm Bengawan Solo
Ruko Perum Permata Hijau
Telp. (021) 7027 7208
Menu Favorit: Ayam Bakar khas Solo
Harga: Rp 12 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

– “Pondol”, Podok Es Cendol
Jl. Tanah Abang II No. 109 C-D, Jakarta Pusat
Jl. Muwardi 1/23 Grogol, Jakarta Barat
Telp. (021) 386 1382, 563 4358
Menu Favorit: Nasi Liwet, Gudeg, Selat Solo, Kupat Tahu
Harga: Rp 13 ribu-Rp 20 ribu
Buka: 09.00-21.00 WIB kecuali Minggu s/d 17.00 (Rabu Tutup)

– Rumah Makan Solo
Gading Food City Kelapa Gading, Jakarta Utara
Telp. 0817 788489
Menu Favorit: Gurame Bakar Madu, Tongseng Kambing
Harga: Rp 25 ribu-Rp 75 ribu
Buka: 15.00-24.00 WIB

– Warung Sate Solo “Sumber”
Jl. Ampera Raya (samping IIP)
Jl. Madrasah Raya (Samping Lampu Merah Sawo), Cilandak, Jaksel
Telp. (021) 7884 3832, Hp. 0813 8708 9953
Menu Favorit: Sate Kambing, Sate Ayam, Sop Gule, Tongseng, Nasi Goreng
Harga: Rp 11 ribu-Rp 18 ribu
Buka: 08.00-21.30 WIB

– Warung Anglo
Jl. Bulungan 26, Kebayoran Jakarta Selatan
Telp. (021) 7722 0891
Menu Favorit: Ayam Lombok Rawit dan Sambel Bledeg
Harga: Rp 10 ribu-Rp 55 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

– RM Madukoro
Jl. Raya Pondok Gede no. 7 A, Halim Perdana Kusuma
Telp. (021) 800 6640, 801 6009
Menu Favorit: Ayam Goreng, Selat Solo, Sambel Krecek dan Sayur Asem
Harga: Rp 1,5 ribu-Rp 80 ribu
Buka: 10.00-21.00 WIB

– Resto 30 “Omah Solo”
Jl. TB. Simatupang
Telp. (021) 9811 3333
Menu Favorit: Oseng-Oseng Mercon, Tengkleng Solo dan Pecel Sego Abang
Harga: Rp 10 ribu-Rp 35 ribu
Buka: 10.00-21.00 WIB

– Sindoro Restoran
Jl. Tanah Abang II No. 13, Jakarta
Telp. (021) 384 9260
Menu Favorit: Bistik Jawa Uraban, Tempe Bacem dan Kering Ikan Kalapan
Harga: Rp 4 ribu-Rp 25 ribu
Buka: 09.00-15.00 WIB

– Pendopo Kemang
Jl. Kemang Selatan no.111
Telp. (021) 718 3731
Menu Favorit: Nasi Langgi, Nasi Gurih
Harga: Rp 5 ribu-Rp 60 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

– Serabi Notosuman
Ruko Pasar Modern R 72 Pintu Timur BSD City, Tangerang
Telp. (021) 5315 8472
Menu Favorit: Serabi aneka topping
Harga: Rp 2,5 ribu
Buka: 10.00-22.00 WIB

* Solo

– Warung Pecel Ndeso Solo
Jl. Dr. Soepomo 55 Solo
Telp. (0271) 737379
Menu Favorit: Lontong Opor, Pecel Solo, Nasi Liwet
Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 07.00-16.00 WIB

– Timlo Sastro
Pasar Gede Timur no. 1 Solo
Telp. (0271) 654820, 736025
Menu Favorit: Nasi Timlo
Harga: Rp 8 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 06.30-15.30 WIB

– Warung Makan Tenda Harjo Bestik
Jl. Dr. Radjiman Pasar Kembang
Telp. 0818 0454 4472
Menu Favorit: Bistik Lidah, Bestik Dadar Lidah, Bestik Daging
Harga: Rp 10 ribu-Rp 15 ribu
Buka: 18.00-00.30 WIB

– Nasi Liwet Yu Sani
Jl. Solo Baru, dekat pos polisi Bacem, sebelum pertigaan Solo Baru, Gading
Telp. 0817 441 618
Menu Favorit: Nasi Liwet
Harga: Rp 5 ribu-Rp 12 ribu
Buka: 17.00-23.00 WIB

– Sate Buntel Tambak Segaran
Jl. Sutan Syahrir No. 149, Solo
Telp. (0271) 702 5006, 0852 9341 8580

Menu Favorit: Sate Buntel
Harga: Rp 28 ribu
Buka: 12.00-22.00 WIB

– Tengkleng Bu Edi
Depan Pasar Klewer (dibawah Gapura Pasar Klewer)
Telp. (0271) 651 552

Menu Favorit: Tengkleng
Harga: Rp 15 ribu
Buka: 13.30-16.00 WIB

Info Kuliner – 13-26 Agustus 2010

Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare.com/user/mediacare

Iklan

Seputar Kuliner di Jogja


Bagi yang berlebaran atau mudik di Jogja, berikut ini saya lampirkan 17 tempat wisata kuliner yang pernah saya kunjungi, untuk detil dari masing-masing warung makannya, bisa dibaca di masing-masing link.

1. Sega Geneng ,

2. Jejamuran Resto,

3. Gubug Makan Mang Engking,

4. Sate Karang Pak Prapto ,

5. Sate Klatak Mas Barry,

6. Soto Sulung Pak Malik Stasiun Tugu Yogya,

7. Gudeg Bu Hj Amad,

8. Gudeg Yogya Yu Djum,

9. Gudeg Permata Bu Pujo ,

10. Bebek Goreng Cak Koting,

11. Bakmi mBah Mo,

12. Bakmi Kadin,

13. Bakmi Geno,

14. Bakmi Jawa Pak Rebo Kintelan,

15. Mangut Lele Bu Is Jetis,

16. Sate Goreng Ringin Kronggahan,

17. Bakmi Jawa mBah Hadi Terban,

Sumber :
kulineronline.net
~tomo~

+++
Warung Mie Sehati “EMIA” baru buka tanggal 12 September 2010.
+++

Contoh makanan berkolesterol yang menggoda.

sumber gambar disini

Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (4): Pantura – Pasar Tumpah


Kegiatan pasar tradisional di daerah biasanya sudah mulai aktif sejak Dinihari, sangat ramai pada pagi hari, dan mulai mencair ketika hari menjelang siang. Namun hati-hati dengan pasar sandang, mereka kadang ramai hingga menjelang sore bila tepat pada ‘hari pasar’ di tempat itu.

Sepanjang jalur mudik Cikampek – Cirebon, ada beberapa pasar yang rawan bikin macet, yaitu: Pasar Ciasem, Patrol, kemudian Tegalgubug (bila memilih jalur Palimanan) dan Pasar Karangampel juga Celancang (bila memilih jalur pesisir).

Pasar Ciasem, Subang

Pasar dan Terminal bayangan Patrol, Indramayu

Selain kegiatan pasar, di Patrol, lalu lintas juga terhambat becak dan antrian kendaraan umum jenis ‘elf’ yang menunggu penumpang menuju Indramayu.

Terminal bayangan Elf di pasar Patrol, Indramayu

Di Patrol, sudah sering terjadi kecelakaan, hal ini bisa dimungkinkan karena sebelum titik ini dari arah Jakarta jalan begitu lebar dan mulus, kemudian pas di tepi barat pasar ini ada jembatan kecil yang membuat jalan agak meninggi sehingga kemungkinan pelintas yang sedang ngebut luput untuk memperhatikan kerumunan di jalanan yang hendak dilaluinya. Dalam keadaan macet, sepertinya titik ini malah lebih aman.

Selanjutnya pasar Tegalgubug, Cirebon. Pasar ini adalah pasar sandang yang sangat sibuk pada hari pasar. Hari pasar dari pasar ini ada 2 kali dalam 1 minggu, yaitu hari Selasa dan hari Sabtu. Setiap hari pasar, keramaian sudah dimulai sejak jam 22:00 malam sebelumnya, dan akan mulai mencair menjelang tengah hari.

Lapak K5 di pasar Tegalgubug yang sedang tidak dipakai dan dirapikan

Di hari pasar tersebut, dapat dipastikan lalu lintas akan macet sepanjang lebih dari 1 kilometer, Dishub setempat sudah siaga untuk selalu mengalihkan lalulintas berputar menembus jalan desa yang sempit untuk mengurangi kemacetan. Hal itu dilakukan setiap hari pasar, bukan hanya saat ramai pemudik melintas.

Pada hari pasar, maka pinggiran jalan akan penuh dengan bangku dan lapak pedagang K5, setengah badan jalan akan penuh dengan becak mengangkut berkarung-karung pakaian. Berhati-hatilah bila anda berencana melewati pasar ini pada hari Selasa atau Sabtu.

Di jalur pesisir, bila pemudik memilih jalur Indramayu – Karangampel – Cirebon, maka pasar Karangampel di Karangampel, Indramayu dan Pasar Celancang di Cirebon akan membuat lalulintas macet setiap pagi hari.

(bersambung)

Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (3): Pantura – Pos Amal Jariyah


Seri yang ini juga bukan mengenai tips n trik di jalur pantura, namun tetap ada hubungan keselamatan dan kelancaran berkendara selama mudik melalui jalur pantura.

Seperti sudah saya informasikan sebelumnya, saya pernah melewati jalur Cikampek – Indramayu ini dengan menyetir sendiri kendaraan yang dibawa lebih dari 100 kali (kayak supir bis aja ya hehehe), dan dari sekian ratus kali saya lewat, hampir dipastikan ada pemandangan seperti di bawah ini bila kita lewat masih agak siang.

Coba perhatikan:

Yap betul, mereka menutup salah 1 dari 2 lajur yang tersedia di masing-masing arah. Tak jarang saya harus menginjak rem sekuat tenaga untuk memperlambat kendaraan yang sedang asyik melaju kencang dan tiba-tiba di depan sana kita ketemu dengan blokade seperti itu, dan kita harus segera berpindah ke lajur yang ‘dibolehkan’.

Hemat saya, ini sangat berbahaya, baik bagi kita pengendara, maupun mereka yang berdiri di tengah jalan.

Harapan saya, menjelang lebaran dan sesudahnya, Dishub dan Polri suah mau membersihkan jalur dari kehadiran mereka, sehingga bahaya rem mendadak, pindah lajur dan menabrak bisa dihilangkan.

Saya tidak tahu apakah kegiatan seperti ini di-sah-kan menurut peraturan lalu-lintas/ perhubungan? kemudian benarkah secara agama apa yang mereka lakukan? benarkah semua uang yang terkumpul disalurkan kepada proyek yang menjadi proposal mereka meminta pungutan kepada pelintas? saya tidak begitu paham.

Faktanya, pos amal sodakoh (tertulis demikian) pada photo kedua telah memulai aktipitasnya sejak awal tahun 2004 saat saya memulai perjalanan seminggu sekali antara Cikarang – Indramayu selama hampir 2 tahun. Kalau dihitung hingga saat ini, maka mereka sudah ada di situ setidaknya hampir (atau mungkin lebih dari) 7 tahun!

Untuk para pemudik yang melakukan perjalanan agak jauh dari hari H, ada kemungkinan jalur belum steril dari kehadiran pos seperti itu, maka berhati-hatilah bila misalnya sedang memacu kendaraan, siapa tahu beberapa puluh meter di depan lajur anda ditutup untuk dialihkan ke lajur penerimaan sumbangan.

(bersambung)

Nagreg terus bebenah


Sampai saat ini Ngagrek masih selalu menjadi momok para pemudik.

Dari hasil pantauan tim dari Koran Tempo (berita dimuat di koranTempo tanggal 29 Agustus 2010), kondisi jalan masih belum sempurna. Masih ada beberapa ratus meter yang belum selesai diaspal, yaitu pada kondisi jalan yang masih belum stabil.

Kita semua tentu berharap semua jalan alternatif di sekitar Ngagrek dapat berfungsi dengan baik saat mudik nanti. Meskipun Owner Proyek dan pelaksana Proyek (PT Hutama Karya) berjanji akan menyelesaikan jalan itu pada H-10, tapi tidak ada salahnya kita bantu dengan doa kita. Semoga jalan itu bisa dilewati dengan baik pas hari H-10. Amin.

” Mau mudik aman, mari beramal dalam santunan TDA Bekasi “


Tidak terasa ibadah puasa memasuki minggu ke-3, kita telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, satu bulan kita telah berhasil menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Di saat bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan itu telah pergi, hari ini kita dipertemukan dalam momen kegembiraan, yaitu hari raya idul fitri. Kalau kita artikan secara tekstual, bermakna “hari berbuka” atau “hari kembali kepada fitrah”, fase kehidupan manusia yang dianggap suci, bersih dan terbebas dari segala dosa. Sudah menjadi tradisi bagi para perantau melakukan tradisi mudik, bahkan tiket kereta,pesawat, bus sudah mulai kehabisan. Bagi yang menggunakan kendaaran pribadi, umum baik pesawat, kereta api, kapal laut, mobil, maupun motor mudah-mudahan lancar dan lancar sampai tujuan nanti. Nah, bagi rekan-rekan agar perjalanan kita semakin lancar, tentu do’a yang paling utama bukan ? karena semakin banyak do’a yang meggalir, perjalanan kita akan semakin nyaman dan Insya Allah dimudahkan oleh Allah SWT. Nah, sebaiknya  kegembiraan yang akan kita nantikan dengan datangnya Idul Fitri nanti dan bertemu dengan sanak keluarga di tempat kita lahir sana, Ada baiknya kitapun bisa membagi senyum, tawa dan kebahagiaan kita dengan orang lain.

Pada kesempatan kali ini, Komunitas TDA (Tangan Di Atas ) Bekasi mengajak Anda semua untuk beragi kebahagiaan dengan dhuafa dan anak- anak yatim, sebagai wujud rasa syukur kita atas apa yang telah kita rasakan kenikmatan selam ini. Sesungguhnya kebahagian sejati adalah ketika kita bisa membuat bahagia orang lain disekitar kita. Kesempatan untuk saling berbagi secara pribadi dan komunitas TDA  Bekasi, saya ajak juga ke para blogger-bloger mania yang selalu meramaikan dunia maya ini dengan tulisan-tulisannya yang semakin menambah wacana sehari-hari baik informasi,pengalaman, nasehat dan pada intinya kesempatan untuk berbagi juga dengan para pembaca.

Adapun Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa TDA Bekasi yang akan dilaksanakan :

Hari/Tanggal         : Sabtu, 4 September 2010
Waktu                       : 13.00 sd 18: 30 WIB
Tempat                     : Gedung Islamic Center Lantai 2
                                   Jalan A. Yani  Bekasi
Acara                        : – Pembukaan
                                  – Pembacaan Al Quran) dan Saritilawah
                                  – Sambutan-Sambutan Dari TDA Pusat dan TDA Bekasi
                                  – Tausyiyah Dai Cilik
                                  – Ceria Bersama Anak-Anak :- Mendongeng Kisah Para Nabi (dengan pertanyaan berhadiah)
                                                                            – Game Educative
                                                                            – Marawis
                                                                            – Badut Lucu dll
                                  –  Launching Infaq Buku dan Majalah oleh TDA Peduli Bekasi
                                  –  Penutup dan Buka Bersama
                                  –  Pembagian Santunan
Mari kita sisihkan sebagian harta kita yang merupakan hak mereka. Paket yang disediakan senilai Rp. 100.000,- (termasuk konsumsi dan santunan). Silahkan mengambil sejumlah paket yang akan disumbangkan pada anak-anak yatim dan untuk konsumsi buka puasa bersama.
Salurkan santunan anda pada rekening :
BCA 680 005 9109 an Irwan Subik atau
Mandiri 101 000 4700 793 an. Irwan Subik

Jika kita bisa membahagiaan merek tentu  adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi kita juga. Kita telah diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk mensucikan jiwa sekaligus mewujudkan rasa peduli terhadap kondisi di sekitar kita.
syukuri. “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ” (Qs. Yunus: 58)
” Mau Mudik Aman, mari  beramal dalam santunan TDA Bekasi “…

Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (2): Pantura, Jembatan mBah Sewo


Liputan kali ini bukan mengenai kondisi infrastruktur jalan, namun masih ada hubungannya dengan lalu lintas, keselamatan, mudik, dll.

Kali Sewo, adalah sebuah kali/sungai yang sekaligus menjadi batas wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu di sekitar jalur pantura. Bila kita melaju di jalur Pantura Jawa Barat dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, maka setelah melewati Fly-over Pamanukan, pasar Pusaka Nagara, maka beberapa saat kemudian kita melewati jembatan yang cukup besar (sekarang 2 jembatan untuk 2 arah yang berbeda). Di seberang jembatan tersebut adalah wilayah kecamatan Sukra, yang masuk dalam wilayah Kabupaten Indramayu. Nah jembatan inilah yang dikenal dengan Jembatan Sewo, Jembatan Kali Sewo, atau Jembatan mBah Sewo.

Jembatan Kali Sewo

Banyak cerita mengenai jembatan ini, dari mulai setiap tahun selalu ada kecelakaan yang merenggut korban jiwa sampai cerita mistis tentang sebuah kerajaan siluman yang dipimpin seorang raja siluman di sebuah kerajaan megah yang sering mengadakan acara ‘siluman gathering’ yang berasal dari pelbagai pelosok dan sungai di Indonesia,  dan seekor siluman buaya putih yang sering meminta korban.

Berita yang paling akurat adalah tentang tragedi kecelakaan bus yang memakan 67 korban jiwa pada 11 Maret 1974. Syahdan waktu itu adalah masa awal program transmigrasi, ratusan warga Boyolali diangkut dengan Bus menuju tujuan lahan bukaan transmigrasi di wilayah Rumbiya – Sumatera Selatan. Malang tak dapat ditolak, sesampainya di jembatan kali sewo, salah satu dari rombongan bus yang mengangkut ratusan pioneer program transmigrasi tersebut tergelincir ke dalam sungai, kemudian terbakar dan menewaskan 67 orang calon transmigran yang diangkutnya, 3 orang anak selamat dari bus tersebut dan kemudian menjadi anak angkat keluarga besar rombongan transmigran tersebut. (disarikan dari http://www.patrolpost.com/2010/monumen-makam-pionir-transmigrasi-sewo-sukra.html)

Entah berawal dari cerita angker dan ancaman kecelakaan dijembatan tersebut, atau tragedi memilukan pioner transmigran yang tak sampai menggapai angan, kenyataannya sekarang masih banyak orang yang melewati jembatan tersebut melemparkan recehan ke luar kendaraan ke arah jembatan dan sungai entah sebagai apa.

Dari keadaan itu berkembang para pemungut tawur (recehan yang dilempar) yang siaga di sekitar jembatan untuk mengumpulkan uang recehan yang dilemparkan pelintas. Sudah ratusan kali saya melewati jembatan tersebut, pagi-siang atau malam, dan hampir dapat dipastikan selalu ada orang yang siaga di jembatan dengan peralatan khusus di tangan untuk mengais recehan.

Pengais Recehan Jembatan Sewo

Photo yang ini dikutip dari: indramayu-post.blogspot.com

Menjelang Ramadhan dan Hari Raya, jumlah mereka semakin banyak, namun menurut berita, pendapatan mereka justru semakin besar, ada yang bilang bisa mencapai Rp 100.000,– per orang!. Demi melihat jumlah mereka, tak pelak jumlah recehan yang dilempar oleh pelintas jembatan tersebut bisa mencapai di atas Rp 1 Juta per hari di masa ramai.

Adalah menjadi pilihan kita semua untuk tidak melemparkan uang recehan atau justru melemparkan uang recehan, namun kegiatan melemparkan uang recehan tentu membawa bahaya yang tidak ringan, baik bagi pengendara yang mungkin kehilangan konsentrasi ataupun bahaya tertabrak bagi para pengais tersebut dalam berebut uang recehan.

Saya sering memilih melambatkan kendaraan dan tidak melempar uang recehan, mudah-mudahan para pembaca juga melakukan hal yang sama, karena tujuan saya menulis ini bukan untuk mengajak melempar recehan, namun mengajak meningkatkan kesiagaan saat melintas di Jembatan mBah Sewo yang konon sangat angker tersebut. Siaga bukan kepada keangkeran Jembatan, namun bahaya lalu lintas yang ditimbulkan oleh banyaknya orang di atas jembatan yang ramai, terlebih saat mudik.

(bersambung)

Previous Older Entries

WongPati

...menjemput keindahan alam, blusukan ke pelosok desa

Cerita Vakansi

a family travel blog

Bersepeda itu indah

Memulai Bersepeda bersama dan sampai finish bersama

CATATAN HATI

Torehan Kata Dari Sejuta Asa Tentang Kamu; Cinta

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Denina Boos's diary

Coretan Denina

Info seputar Gadget

Camera, Apple iPhone, Android, Software, Blackberry, Samsung

Anti Miras

Gerakan Nasional Anti Miras < 21 Tahun

Kehidupan Sehari-hari Pemuda/i Kalangan

Dusun Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

Alfaris08's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ajengkol's Blog

Just another WordPress.com site

Nurcahya Priyonugroho

Ayah Lala dan Lucky, Suami Dyah

ilmanakbar's Life Journal

Berbagi inspirasi dan hal-hal positif dalam hidup

Baca Baja

Baca Saja. Nulis Jarang.

irvankristanto

live and love the life

Labschool Jakarta

Pendidikan Terbaik Putra-Putri Anda