Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (2): Pantura, Jembatan mBah Sewo


Liputan kali ini bukan mengenai kondisi infrastruktur jalan, namun masih ada hubungannya dengan lalu lintas, keselamatan, mudik, dll.

Kali Sewo, adalah sebuah kali/sungai yang sekaligus menjadi batas wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu di sekitar jalur pantura. Bila kita melaju di jalur Pantura Jawa Barat dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, maka setelah melewati Fly-over Pamanukan, pasar Pusaka Nagara, maka beberapa saat kemudian kita melewati jembatan yang cukup besar (sekarang 2 jembatan untuk 2 arah yang berbeda). Di seberang jembatan tersebut adalah wilayah kecamatan Sukra, yang masuk dalam wilayah Kabupaten Indramayu. Nah jembatan inilah yang dikenal dengan Jembatan Sewo, Jembatan Kali Sewo, atau Jembatan mBah Sewo.

Jembatan Kali Sewo

Banyak cerita mengenai jembatan ini, dari mulai setiap tahun selalu ada kecelakaan yang merenggut korban jiwa sampai cerita mistis tentang sebuah kerajaan siluman yang dipimpin seorang raja siluman di sebuah kerajaan megah yang sering mengadakan acara ‘siluman gathering’ yang berasal dari pelbagai pelosok dan sungai di Indonesia,  dan seekor siluman buaya putih yang sering meminta korban.

Berita yang paling akurat adalah tentang tragedi kecelakaan bus yang memakan 67 korban jiwa pada 11 Maret 1974. Syahdan waktu itu adalah masa awal program transmigrasi, ratusan warga Boyolali diangkut dengan Bus menuju tujuan lahan bukaan transmigrasi di wilayah Rumbiya – Sumatera Selatan. Malang tak dapat ditolak, sesampainya di jembatan kali sewo, salah satu dari rombongan bus yang mengangkut ratusan pioneer program transmigrasi tersebut tergelincir ke dalam sungai, kemudian terbakar dan menewaskan 67 orang calon transmigran yang diangkutnya, 3 orang anak selamat dari bus tersebut dan kemudian menjadi anak angkat keluarga besar rombongan transmigran tersebut. (disarikan dari http://www.patrolpost.com/2010/monumen-makam-pionir-transmigrasi-sewo-sukra.html)

Entah berawal dari cerita angker dan ancaman kecelakaan dijembatan tersebut, atau tragedi memilukan pioner transmigran yang tak sampai menggapai angan, kenyataannya sekarang masih banyak orang yang melewati jembatan tersebut melemparkan recehan ke luar kendaraan ke arah jembatan dan sungai entah sebagai apa.

Dari keadaan itu berkembang para pemungut tawur (recehan yang dilempar) yang siaga di sekitar jembatan untuk mengumpulkan uang recehan yang dilemparkan pelintas. Sudah ratusan kali saya melewati jembatan tersebut, pagi-siang atau malam, dan hampir dapat dipastikan selalu ada orang yang siaga di jembatan dengan peralatan khusus di tangan untuk mengais recehan.

Pengais Recehan Jembatan Sewo

Photo yang ini dikutip dari: indramayu-post.blogspot.com

Menjelang Ramadhan dan Hari Raya, jumlah mereka semakin banyak, namun menurut berita, pendapatan mereka justru semakin besar, ada yang bilang bisa mencapai Rp 100.000,– per orang!. Demi melihat jumlah mereka, tak pelak jumlah recehan yang dilempar oleh pelintas jembatan tersebut bisa mencapai di atas Rp 1 Juta per hari di masa ramai.

Adalah menjadi pilihan kita semua untuk tidak melemparkan uang recehan atau justru melemparkan uang recehan, namun kegiatan melemparkan uang recehan tentu membawa bahaya yang tidak ringan, baik bagi pengendara yang mungkin kehilangan konsentrasi ataupun bahaya tertabrak bagi para pengais tersebut dalam berebut uang recehan.

Saya sering memilih melambatkan kendaraan dan tidak melempar uang recehan, mudah-mudahan para pembaca juga melakukan hal yang sama, karena tujuan saya menulis ini bukan untuk mengajak melempar recehan, namun mengajak meningkatkan kesiagaan saat melintas di Jembatan mBah Sewo yang konon sangat angker tersebut. Siaga bukan kepada keangkeran Jembatan, namun bahaya lalu lintas yang ditimbulkan oleh banyaknya orang di atas jembatan yang ramai, terlebih saat mudik.

(bersambung)

16 Komentar (+add yours?)

  1. bandhi
    Agu 30, 2010 @ 03:25:13

    mantap reportasenya, thanks syafiq..

    Balas

  2. Eko Sutrisno HP
    Agu 30, 2010 @ 09:27:10

    Setuju, jangan suka melemparkan recehan!

    Salam Sehati

    Balas

  3. agus purwanto
    Sep 08, 2010 @ 09:00:16

    haha….
    terimakasih…
    cerita ini sebagai ilustrasi oleh2 lebaran tahun ini…
    menarik!!!

    Balas

  4. Azwend
    Sep 16, 2010 @ 17:58:53

    Lemparin uang yang banyak boss. Ditunggu…..

    Balas

  5. Azwend
    Sep 16, 2010 @ 18:02:02

    Saya sebagai orang sewo merasa ikut terbantu…. Oleh para pelempar uang tersebut thanx for all

    Balas

  6. dAK SEWO
    Jan 13, 2011 @ 16:26:34

    sungguh kami ucapkan trimaksh atas krtik dan saranya……saya selaku perwkilan dari bebrpa orang sewo turut berprtspsi agar melempar uang receh……….karena saya juga sring nunggu d jmbtn………

    Balas

  7. WATU ALAM
    Agu 25, 2011 @ 22:50:06

    menurut saya tidak ada salahnya melempar uang receh disitu,cuma cara melemparnya yg benar,seprti melempar ke samping(trotoar)jangan ke tengah jln apa lg depan mobil.terimaksih

    Balas

  8. Yakhya Anjatan -kopyah- kb.waru
    Okt 06, 2011 @ 00:48:17

    Ya kl kasihan dn punya jiwa sosial sebaiknya kasih at lempar recehan bagaimanapun jg orag2/anak2 yg dijalan it menghrp kemurahan dri Andha yg lwat tp dg cra mobilnya pelan dn hati2 disamping dpt ganjaran jg dpt kbaikan n do,a dri merka yg mungut. Mksh

    Balas

  9. Charlie
    Feb 02, 2012 @ 02:19:20

    sya sbgai orng indramayu justru baru tau tntnag crita ini,,
    Trnyta ckup mnyramkn ya,,
    Stlah Mmbca_a kya_a sya kn lbih brhti” untuk mlewti jmbtan ini,

    Postingan ynk bguss,,

    Trima kasih info_a..🙂

    Balas

  10. kang Tedja
    Apr 03, 2012 @ 21:38:13

    kaula wong dermayu,. tawur sih ora masalah,. sing penting niate aja kanggo gawe musyrik,. ganti niate ukur kanggo sodakoh.. cilaka mah iku risiko,. sapa sih sing pengen cilaka,.?? sing penting kitane ati2 lan aja klalen jare “Bismillah” dingin arep lunga kuh,.

    Balas

  11. fariz
    Agu 12, 2012 @ 06:25:25

    thanks atas infonya,,
    sejujurnya klo aku ga percaya tentang orang buang uang recehan di tempat itu agr selamat,,,
    sejujurnya bagi aku itu musrik,,,

    Balas

  12. shanty
    Agu 01, 2013 @ 18:13:54

    ga mungkin mistis.hari gini percaya kaya gitu.ga jaman lagi.percaya ALLAH ga kamu.

    Balas

    • ReynoldAMBON
      Agu 01, 2013 @ 18:38:15

      BOLEH BARENG YUK.SY KE PURWODADY JATENG.BERANGAT TGL 2 AGUSTUS 13.AMA MTR BARENG ADIK SY PAKE 2 MTR.HUM 085714279741

      Balas

  13. ReynoldAMBON
    Agu 01, 2013 @ 18:34:23

    MANA ADA PERCAYA MISTIS.PERCAYA KAMU.BERARTI KM TDK PERCAY ALLAH DONG

    Balas

  14. wong sewo
    Agu 21, 2015 @ 13:42:00

    Masalah musrik engga nya itu ada pada diri manusia nya, percaya dan tidak percaya itu tergantung keyakinan masing2, klu di bilang jembatan sewo angker itu pun bisa jadi karena allah menciptakan mahluk itu bukan manusia sj kan? Kuncinya keimanan masing2,yg percaya ga salah yg g percaya pun ga salah juga kan? Begitu pun yg lemparin recehan atau tidak sama saja intinya siapa pun lewat jembatan sewo hati hati jangan takabur. Selalu ingat sm allah dan baca do,a .
    Wassalam

    Putra sewo asli

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ekspedisi ALam Liar

...menjemput keindahan alam, blusukan ke pelosok desa

Ardian Kusuma

bike more eat more

Bersepeda itu indah

Memulai Bersepeda bersama dan sampai finish bersama

CATATAN HATI

Torehan Kata Dari Sejuta Asa Tentang Kamu; Cinta

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Coretan Denina

Kezia and Stephan

Info seputar Gadget

Camera, Apple iPhone, Android, Software, Blackberry, Samsung

Anti Miras

Gerakan Nasional Anti Miras < 21 Tahun

Kehidupan Sehari-hari Pemuda/i Kalangan

Dusun Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

Alfaris08's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ajengkol's Blog

Just another WordPress.com site

Nurcahya Priyonugroho

Ayah Lala dan Lucky, Suami Dyah

ilmanakbar's Life Journal

Berbagi inspirasi dan hal-hal positif dalam hidup

Baca Baja

Baca Saja. Nulis Jarang.

irvankristanto

live and love the life

Labschool Jakarta

Pendidikan Terbaik Putra-Putri Anda