Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (7 – Habis): Cikamurang


Tulisan ini diperuntukan bagi para pemudik yang ragu untuk menjajal Pantura dan memilih jalur alternatif: Cikarang – Cikampek – Sadang – Subang – Cikamurang – Cijelag – Kadipaten – Cirebon.

Pada H-19 saya menyusuri jalur ini secara terbaik, yaitu dari Cirebon ke Cikarang. Photo-photo yang saya ambil akan mengarah ke arah Cikarang, sesuai posisi kendaraan yang saya tumpangi. Sisi kanan pada photo, akan menjadi sisi kiri bila kita mudik ke arah kampung halaman menggunakan jalur ini.

Tidak banyak hambatan pada infrasruktur jalan dari mulai Cikarang sampai Subang, begitu pula lepas dari Subang menuju Cikamurang, jalan yang tahun lalu hancur sepanjang 1 KM di kawasan Cinangsi (3 KM arah timur Kota Subang), sekarang sudah muluuuussss dibeton.

Sebenarnya rute ini cukup asyik ditempuh, terutama buat yang suka alam dan perkebunan, apalagi saat musim buah. Dari mulai Kalijati (10 KM arah barat kota Subang) kita sudah ketemu dengan perkebunan karet yang sekarang sedang ada proyek peremajaan pohon. Di pemukiman penduduk banyak terdapat pohon rambutan dan petai. Di sekitar kota Subang kita juga akan banyak ketemu dengan Nanas Subang dan Nanas si Madu yang dipanen dari perkebunan sekitar. Lepas dari Subang kita akan ketemu dengan perkebunan Coklat di sekitaran Cibogo. Beberapa KM dari situ kita akan ketemu perkebunan Kayu Jati di mana jalan yang kita lewati menjadi bekelok-kelok, kita juga ketemu dengan kantor perhutani dan penimbunan kayu gelondongannya. Di sekitaran Bantarwaru kita akan ketemu dengan perkebunan Eucalyptus alias Kayu Putih. Saya dengar produksi minyak kayu putih dari kebun di sekitar ini menghasilkan produk dengan kualitas terbaik. Salah satu merek terkenal dan terlama minyak kayu putih mengambil bahan nya dari kebun di sini.

Kebun Eucalyptus

Meninggalkan semua perkebunan itu, barulah tantangan dimulai, di wilayah Sanca, kita akan menikmati jalan yang baru selesai diperbaiki, sebuah jalan lurus sepanjang 10 KM dengan kontur yang sedikit naik turun, saat jalan ini masih berupa jalan Aspal mulus dan sepi, kita bisa melaju dengan kecepatan di atas 120 KM/jam dengan sensasi khusus karen jalannya sempit, diapit pepohonan, dan dengan kontur yang membuat serasa kita melaju jauh lebih cepat dan melayang. Catatan: sekarang tidak dianjurkan untuk melaju lebih dari 60 KM/ Jam, karena kondisi sudah ramai, beton jalan cenderung bergelombang, sambungan cor-coran yang tidak rata, apalagi kalau ketemu dengan jembatan sungai kecil, perbedaan ketinggian jalan sangat terasa, dan sering ada orang tua pengemis di beberapa jembatan yang mengulurkan topi meminta sedekah.

Jalan Beton Lurus 10 KM

Hati – hati di beberapa pertigaan (setidaknya ada 3) yang menghubungkan Subang – Indramayu – Cijelag/Kadipaten, karena kita harus berbelok sementara lebar jalan cukup kecil dan biasanya jalan dibatasi dengan cone atau blokade kayu, yang membuat makin parah adalah adanya petugas Dishub yang mengambil pungutan pada kendaraan komersial yang lewat (sepertinya mereka yang memasang pembatas jalan).

Pertigaan

Hampir selesai dibeton

Baru setengah yang dibeton

Di sisi timur arah Cikamurang – Cikawung betonan belum selesai sehingga pelintas harus bergantian, penjaga partikelir siap membantu kelancaran lalu lintas lengkap dengan ember cash nya.

Buka tutup gantian lewat

Dan mendekati Ujung Jaya, jalan malah hilang, semoga nanti saat musim mudik, jalan ini sudah mulai diperbaiki.

Jalan rusak sepanjang beberapa puluh meter di sekitar Ujung Jaya dan belum terlihat usaha perbaikan

Sekitar 1 KM dari jalan yang rusaj ini, kita akan ketemu dengan jalan mulus yang baru diperbaiki. Di tahun-tahun yang lalu, jalan mulus ini adalah jaln yang selalu kasar aspal kerikilnya, dan yang membuat saya mengingat jalan ini adalah bahwa di sisi jalan berjajar berpuluh (ratus) pohon Asem besar, ukuran pohon bisa sebesar perut kerbau, saat musim berbuah banyak sekali buah Asem yang jatuh ke jalan. Sayang seribu sayang  seiring perbaikan jalan, pohon Asem itu sebagian ditebang habis dan sebagian di pangkas disisakan setinggi 2 meter-an, mungkin untuk menjaga jajan supaya tetap mulus, menjaga supaya tetesan air hujan yang tersisa di daun asem tidak membuat jalan selalu kasar seperti sebelumnya, sebuah pengorbanan yang tidak kecil

Setelah mencapai pertigaan jalan antara Subang-Cirebon-Sumedang (photo diambil dari arah Cirebon), maka kita akan bertemu dengan jalan yang awalnya dibangun oleh Daendels (Herman Willem Daendels), jalan Bandung – Sumedang – Cirebon. Di jalan yang sudah sangat mature ini, kondisi jalan jauh lebih baik dari jalan sebelumnya sampai Subang.

Pertigaan Cijelag menghubungkan Subang - Cirebon - Sumedang/Bandung

Semoga semua pekerjaan pembetonan bisa segera selesai, sehingga jalur ini bisa menjadi jalur alternatif yang baik bagi pemudik yang lebih memilih melakukan perjalanan yang lebih santai, tidak banyak ketemu dengan bis dan truk besar, melewati jalan kecil yang berbelok dan berkontur ditambah pemandangan pepohonan dan perkebunan.

Selamat mudik selamat.

(Selesai)

2 Komentar (+add yours?)

  1. Totok
    Sep 03, 2010 @ 01:18:18

    Kondisi terakhir jalur subang cikamurang ada yang tahu update nya gak ya?

    Balas

  2. Asep Hambali
    Jul 27, 2013 @ 07:53:49

    Terima kasih atas informasinya yang sangat bermanfaat, mudah-mudahan bisa di update terus

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Info seputar Gadget

Camera, Apple iPhone, Android, Software, Blackberry

Anti Miras

Gerakan Nasional Anti Miras < 21 Tahun

Kehidupan Sehari-hari Pemuda/i Kalangan

Dusun Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

for better education

Make education as the most important part in our life ..

Alfaris08's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ajengkol's Blog

Just another WordPress.com site

Nurcahya Priyonugroho

Ayah Lala dan Lucky, Suami Dyah

ilmanakbar's photo blog & flash fiction

berbagi foto, belajar menulis fiksi

Baca Baja

Baca Saja. Nulis Jarang.

irvankristanto

live and love the life

Labschool Jakarta

Pendidikan Terbaik Putra-Putri Anda

ketika Noktah Ini Terangkai menjadi nAda

sekedar jejak kecil anak manusia

KAYA ala KIYOSAKI

Dalam website ini saya akan sharing PROSES men-CIPTAKAN (sumber) INCOME baru, yaitu INCOME dari INTERNET. Semoga bermanfaat........

rafabenz

Just another WordPress.com weblog

Apa Aja Boleh

Just another WordPress.com weblog

The Komodo Diaries

stories in and around Komodo National Park

Wisatanya Ari Perwira

Just another WordPress.com weblog

Azcomycotina's Blog

Just another WordPress.com site

Asuransi Prudential Bandung

Jadilah Nasabah Prudential Untuk Masa Depan Terjamin

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.943 pengikut lainnya.