Jalan-jalan ke Singapura (2/4)


Mencari tiket penerbangan
Modal kedua adalah tiket penerbangan. Awalnya kami mencari tiket dari penerbangan budget, dengan prioritas Air Asia yang paling populer. Harapannya kami bisa mendapatkan tiket yang paling murah untuk tanggal keberangkatan yang kami tentukan. Di internet, tinggal masuk ke situsnya, kita bisa mengetahui ketersediaan tiket untuk tanggal tertentu dan tarifnya. Cukup isikan tanggal berangkat, jenis tiket (satu arah atau pulang pergi), serta berapa orang pada menu yang tersedia, kita akan disajikan beberapa pilihan waktu penerbangan plus harga tiketnya. Catatan penting di sini adalah bahwa harga tiket baru merupakan harga dasarnya. Ada beberapa komponen biaya lain yang akan muncul saat kita memproses perhitungannya, setelah kita mengisikan beberapa opsi, misalnya akan atau tidak akan memanfaatkan bagasi, mau makan atau tidak, lalu memesan nomor tempat duduk atau tidak, yang akan menambah harga tiket yang kita pesan. Juga pajak ini itu yang sesudah ditotal semuanya menjadi harga tiket yang harus kita bayarkan.
Cukup mudah, namun tidak selalu tiket dari penerbangan budget atau disebut pula low cost carrier tersebut lebih murah daripada tiket dari maskapai penerbangan biasa. Kunci untuk mendapatkan tiket yang benar-benar murah adalah kita harus memesan jauh-jauh hari sebelum waktu keberangkatan dan juga musti rajin-rajin mengecek ketersediaannya. Bisa beruntung bisa juga tidak.
Air Asia, salah satu pilihan penerbangan budget yang tidak selalu murah (sumber gambar dari sini)
Selain Air Asia, terdapat pula penerbangan lain seperti Tiger Air (milik Singapura) dan Jetstar (milik Australia) yang cara-caranya serupa.
 
Untuk tanggal keberangkatan yang kami rencanakan, tiket yang harganya murah ada di waktu yang kurang pas. Berangkat malam dan pulangnya juga terlalu malam. Sementara untuk yang berangkatnya pagi dan pulangnya sore, harga tiket sudah tidak murah. Secara jadwal, kami memang susun keberangkatan di Sabtu pagi, berangkat sekitar jam 9.00 – 10.00 supaya tiba di Singapura masih siang. Berangkat bisa nyubuh dari Cikarang dan di sana kami check-in penginapan setelah jam 12.00 namun tidak terlalu sore. Masih banyak waktu yang bisa dimanfaatkan, juga tidak terlalu sayang membayar sewa penginapannya dibanding kalau tiba di sana malam.
Sementara kepulangan dari sana di Selasa siang, supaya tiba di Jakarta masih sore. Kalau terlalu malam, kami khawatir kesulitan mencari angkutan ke Cikarang.
Karena harga tiket untuk waktu yang kami inginkan tidak memuaskan (alias mahal untuk ukuran budget airliner), akhirnya kami mencari-cari alternatif lain. Sempat terpikir untuk menggunakan dua airline, pergi menggunakan Tiger dan pulangnya Air Asia. Oh, ya…di Changi bandara Singapura nantinya jika menggunakan penerbangan budget tersebut, kita akan turun dan naik pesawat di terminal khusus untuk penerbangan budget. Sesuai dengan yang kita bayar…hahaha…bayar murah terminalnya pun yang murah!
Setelah beberapa hari bahkan beberapa minggu memantau dan mencari-cari, diperolehlah tiket lewat Santafi, agen tiket yang berlokasi di Ruko Capitol. Penerbangan yang kami dapatkan bukan tipe budget melainkan yang biasa, yaitu keberangkatan menggunakan Sriwijaya Air sedangkan pulangnya memakai Batavia Air. Berapa harga tiketnya? Sekitar 900 rupiah PP total per orang. Cukup murahlah, dengan kita tetap mendapatkan jatah makan di pesawat dan bagasi 20 kg per orang sebagaimana layaknya penerbangan biasa. Mantab bukan?
Sriwijaya Air, salah satu pilihan penerbangan ke Singapura milik dalam negeri (sumber gambar dari sini)
Selain itu, waktunya pun pas sesuai dengan keinginan. Berangkat dari Bandara Soetta Sabtu pagi jam 9.00, dan pulang dari bandara Changi Selasa sore jam 15.30. Cuocokk!
Dua dari tiga modal utama sudah beres. Tinggal mencari penginapan yang cocok.
Mencari tempat menginap
Modal ketiga adalah mencari penginapan, di mana kita bisa tidur dan beristirahat dengan nyaman.
Karena Singapura negara kaya sekaligus biaya hidup di sana termasuk yang tertinggi di Asia, tarif atau harga segala sesuatu mengikuti standar kehidupan di sana. Namun untungnya, perekonomian Singapura yang ditopang oleh sektor pariwisata ini menyediakan tempat penginapan yang berlimpah untuk para pengunjung negara tersebut dengan bermacam-macam tingkatan kelas dan tarif, mulai dari hotel dengan kamar-kamar supermewah bertarif per malam supermahal, hingga ke kamar-kamar penginapan yang bertarif relatif murah untuk ukuran di sana. Bahkan penginapan yang di sana disebut hostel, ada yang hanya menyediakan tempat tidur saja, yang artinya satu kamar diisi oleh beberapa pengunjung yang berbeda. Wah, kayak di mess tuh!…Pakai ranjang tingkat lagi…
Seperti halnya penerbangan, yang kita cari yang murah kalau tidak yang termurah, kami mencari penginapan yang murah pula, karena biaya ditanggung sendiri bukan dibayari perusahaan. Penginapan yang murah, ya tadi itu, hostel. Hostel sering diidentikkan dengan wisatawan backpacker, karena murah tarif sewanya namun tidak memberikan fasilitas banyak. Di beberapa wilayah Singapura bertebaran hostel dengan dengan fasilitas yang tidak jauh berbeda, dengan harga sewa per malam berkisar 10 hingga 50 dollar Singapura. Ada yang satu kamar buat satu orang, ada yang buat dua orang, bahkan satu kamar untuk berenam pun ada. Dengan pilihan kamar mandi di dalam, atau kamar mandi di luar. Bagi yang tidak terbiasa satu kamar dengan orang lain yang tidak kenal, tentu akan tidak nyaman menginap di hostel.
Ada hostel yang dekat dengan stasiun MRT ada pula yang jauh. Lokasi yang dekat dengan stasiun MRT menjadi nilai plus bagi sebuah hostel, karena pengunjung akan lebih mudah mengaksesnya. Selain itu, keberadaan tempat-tempat makan, food court atau hawker centre (istilah untuk sejenis pujasera di sana) di sekitar harus diperhitungkan pula, supaya kita tidak kesulitan mencari makan. Oh,ya…ada sebagian hostel murah yang berada di lokasi lampu merah Geylang, jadi kita harus hati-hati kalau membawa anak-anak.
Membooking hostel di Singapura bisa dilakukan secara online. Cukup kita ketikkan hostel Singapore di google, sederet link akan membantu kita untuk mendapatkan hostel yang kita cari. Umumnya dikelola oleh jaringan hostel di Singapura, bahkan ada yang jaringan hostel seluruh dunia. Contohnya adalah Hostelworld, TripAdvisor, Hostelbookers, dan Agoda. Kalau sudah memilih salah satu hostel, isikan tanggal berapa kita akan check-in dan check-out, lalu pilih tipe kamar, dan berapa kamar kita akan booking. Nanti akan keluar berapa biaya total yang harus kita bayar selama sekian hari tersebut. Jika kita proses terus, kita akan diminta untuk mengisi nomor kartu kredit untuk membayar DP-nya.
Kami tadinya mencari hostel juga, mendapatkan ada yang per malamnya hanya 13 dollar Singapore di daerah Aljunied. Lokasinya tidak jauh dari stasiun MRT dan juga di sekitarnya banyak pilihan tempat makan. Hanya saja, belakangan istri saya meminta agar kami menggunakan apartemen saja. Pertimbangannya adalah, lokasi berada di pusat kota, yang barang tentu ke tempat belanja maupun ke tempat makan dekat, tarifnya tidak jauh beda dengan hostel, dan secara privasi lebih bisa didapatkan, karena yang disewa adalah kamar, bukan tempat tidur seperti di hostel. Jumlah kamarnya pun, paling 2 hingga 4 kamar.
Apartemen yang disewa harian (saya kurang tahu resmi atau tidak penyewaannya, tapi sepertinya tidak resmi) ini, menjadi alternatif lain selain hostel, untuk penginapan murah. Ada beberapa apartemen di sekitar Orchard, daerah yang menjadi pusat wisata belanja Singapura, yang disewakan kepada para wisatawan. Salah satu yang terkenal adalah apartemen Lucky Tower, di atasnya Lucky Plaza, sebuah kompleks pertokoan di Orchard. Dan memang, berdasarkan info teman yang belum lama ke sana, kami menghubungi sebuah nomor telepon (ternyata ada juga iklannya di harian Kompas) yang menyewakan apartemen. Setelah beberapa kali berkomunikasi dengan penyewanya, lewat sms dan telepon langsung, akhirnya kami jadi deal untuk menyewa apartemen di Lucky Plaza. Sewa kamarnya relatif murah pula, jatuhnya per orang 25 dollar. Yakh tidak terlalu mahallah.

Lucky Plaza, pertokoan yang selalu ramai, yang di atasnya terdapat banyak kamar apartemen yang disewakan (sumber gambar dari sini)
DP yang harus dibayar sebesar harga sewa satu malam, dan kami transfer seminggu sebelum keberangkatan, lewat Western Union.
Kelar sudah menyiapkan modal ketiga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ekspedisi ALam Liar

...menjemput keindahan alam, blusukan ke pelosok desa

Ardian Kusuma

bike more eat more

Bersepeda itu indah

Memulai Bersepeda bersama dan sampai finish bersama

CATATAN HATI

Torehan Kata Dari Sejuta Asa Tentang Kamu; Cinta

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Coretan Denina

Kezia and Stephan

Info seputar Gadget

Camera, Apple iPhone, Android, Software, Blackberry, Samsung

Anti Miras

Gerakan Nasional Anti Miras < 21 Tahun

Kehidupan Sehari-hari Pemuda/i Kalangan

Dusun Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

Alfaris08's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ajengkol's Blog

Just another WordPress.com site

Nurcahya Priyonugroho

Ayah Lala dan Lucky, Suami Dyah

ilmanakbar's Life Journal

Berbagi inspirasi dan hal-hal positif dalam hidup

Baca Baja

Baca Saja. Nulis Jarang.

irvankristanto

live and love the life

Labschool Jakarta

Pendidikan Terbaik Putra-Putri Anda