Tips Mudik


Tips Mudik

Blogger Goweser Jogja

Periode mudik masih beberapa bulan lagi, tetapi tidak ada salahnya aku ambil tips mudik tahun 2009 dan kumodifikasi dengan beberapa masukan dari teman-teman.

Tips untuk yang mudik memakai MOBIL.

  1. Cek kondisi mobil di bengkel resmi (kecuali anda mempunyai bengkel amatir yang sangat meyakinkan).
  2. Silahkan membawa perlengkapan standard; tools kit, dongkrak, ban serep, kotak P3K, segi 3 pengaman (bukan CD), kunci roda, senter, syukur2 punya pompa electric [sambung dengan colokan listrik]. Ember dan beberapa biji air aqua 1 literan [untuk diminum dan siapa tahu radiator tiba-tiba ngadat dan minta minum terus]
  3. Cek kondisi tubuh. Tanya pada diri sendiri, seberapa kuat kita sanggup menyetir. Kalau tidak yakin sebaiknya pakai sopir profesional (tarif berkisar  150-200 ribu/hari), atau cari co pilot.
  4. Beri briefing pada seluruh peserta mudik, bahwa selama perjalanan wajib pasang muka senyum, karena muka masam tidak bermanfaat dan muka dengan senyum dapat menghilangkan penat di jalan.
  5. Bagi yang mengikuti milis, segera lapor…

Lihat pos aslinya 939 kata lagi

Iklan

Mudik tak perlu tips lagi, sudah ada lengkap di Gadget


Tahun ini terlihat persiapan tim pemantau pemudik tidak seheboh tahun lalu. Mungkin para pemudik sudah lebih canggih teknologinya, sehingga para pemantau pemudik cukup menyediakan berita secukupnya saja. Lebih nyaman untuk memantau akun twitter rekan mereka yang sedang mudik dibanding membaca berita di TV.

Para pemudik yang sudah berbekal waze, maps (Gugel) atau aplikasi social media yang diciptakan untuk para traveller pasti sudah merasa tidak perlu lagi tips mudik yang kadang kala sudah kadaluwarsa. Lihat saja kalau kita search peta mudik 2011, masih saja ketemu peta mudik tahun-tahun lalu.

13139737714905534

Peta Jakarta di Waze

Hal tersebut terjadi karena peta mudik sudah ada di gadget masing-masing. Aplikasi 4Sqr juga dipastikan akan membuat para pemudik merasa begitu dekat. Mereka yang berteman di 4Sqr akan dengan befgitu cepat mengetahui posisi teman, lengkap dengan kondisi terkini yang dialami sang teman.

Update besar-besaran akan dilakukan oleh waze, bila para wazer mengaktifkan record jalan baru di gadget mereka. Akan muncul gambar tandem roller, di layar monitor, yang membuka jalan baru (peta baru) dan server waze akan mencatatnya dalam data base mereka.

13139748971198259471

Foursquare di gadget Ipad

Bagi yang belum mau mengaktifkan gadget mereka dengan aplikasi socmed versi android atau iOS, silahkan nikmati tips di bawah ini.

Ini tipsnya bila ingin setelah mudik masih bisa tersenyum.

  1. Pastikan kita memilih hari arus balik tidak pada saat puncak arus balik
  2. Pastikan saat kita sampai di rumah lagi waktunya bukan tengah malam. Usahakan pagi atau siang hari.
  3. Pastikan hari kembali dari mudik bukan sehari sebelum masuk kerja ,tapi minimal dua hari sebelum masuk kerja lagi, sehingga ada kesempatan untuk tidak “jetlag”.
  4. Bawa oleh-oleh semampu kita untuk tetangga kita. Bisa dihidang saat ada tetangga datang atau kita antar sambil bersilaturahmi dengan tetangga.
Tiga hal di atas sudah cukup memadai untuk diperhatikan. Bila ada masukan lain, silahkan tulis di kolom komentar, sehingga tips ini bisa menjadi makin bermanfaat.
Untuk Tips mudik memakai MOBIL, silahkan simak masukan di bawah ini.
  1. Cek kondisi mobil di bengkel resmi (kecuali anda mempunyai bengkel amatir yang sangat meyakinkan).
  2. Cek spooring kaki-2 (kalau handling mobil gak enak/lari ke kiri/kanan)
  3. Cek balancing roda (kalau naik mobil seperti naik kuda padahal jalan mulus)
  4. No.2&3 tidak harus dilakukan kalau handling masih mantap.
  5. Kempesin semua ban,ganti dengan nitrogen (lebih tahan panas)
  6. Bawa bohlam lampu besar cadangan, pilih yang murah aja sekitar 10rb-an.
  7. Kalau ada tembakau di rumah jangan dibuang, ini untuk kondisi darurat, bila AC mati dan terjebak hujan (oleskan pada kaca bagian dalam). Bisa juga dengan memakai shampo.
  8. Siapkan uang receh yg banyak.
  9. Silahkan membawa perlengkapan standard; tools kit, dongkrak, ban serep, kotak P3K, segi 3 pengaman (bukan CD), kunci roda, senter, syukur2 punya pompa electric [sambung dengan colokan listrik]. Ember dan beberapa biji air aqua 1 literan [untuk diminum dan siapa tahu radiator tiba-tiba ngadat dan minta minum terus]
  10. Cek kondisi tubuh. Tanya pada diri sendiri, seberapa kuat kita sanggup menyetir. Kalau tidak yakin sebaiknya pakai sopir profesional (tarif berkisar  150-200 ribu/hari), atau cari co pilot.
  11. Beri briefing pada seluruh peserta mudik, bahwa selama perjalanan wajib pasang muka senyum, karena muka masam tidak bermanfaat dan muka dengan senyum dapat menghilangkan penat di jalan.
  12. Bagi yang mengikuti milis, segera lapor untuk menonaktifkan kenaggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)
  13. Meskipun masih bulan puasa, ada baiknya bawa makanan yang terjamin gizi dan kebersihannya, karena saat mudik banyak warung yang tidak sempat nyuci piring dengan baik [akibat kelarisan]. Warung yang terjamin kebersihannya tapi kurang bergizi adalah fast food fried chicken.
  14. Atur tumpukan barang mulai dari yang paling tidak diperlukan di jalan sampai yang sewaktu-waktu diperlukan di jalan.
  15. Pilih SPBU yang besar untuk ke toilet, jadi kalau ngisi bensin jangan penuh-penuh biar bisa mbagi rejeki ke beberapa pom bensin [ini saran tanpa dasar tapi logis lho..!:-)]. SPBU yang kurekomendasikan adalahSPBU Candimas.
  16. Jangan pernah merasa benar meskipun anda memang berada di jalan yang benar. Risikonya ditabrak orang yang salah jalan, sehingga nggak sampai ke kampung malah masuk rumah sakit. Mengalah setahun sekali banyak pahalanya. Amin.
  17. Menyalip rombongan truk/bus dari kiri kadang bisa membebaskan diri dari stress [karena truk/bisnya jalan bak kura-kura lapar], tapi risiko perlu diperhitungkan masak-masak [lihat item no 16]
  18. Menjelang lebaran, hampir semua majalah (terutama majalah gadget) menyediakan tips untuk mudik. Segera ambil bagian petanya, karena hal sepele ini kadang-kadang diperlukan di jalan.
  19. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada.
  20. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  21. Pilih waktu berangkat sesuai kebiasan anda menyetir, atau kebiasaan sopir menyetir. Berangkat pagi dapat menikmati perjalanan, tetapi lambat. Berangkat malem lebih cepat tapi ada bahaya ngantuk. Bila bingung, sholat dulu, minta petunjuk pada Tuhan.
  22. Sebelum berangkat, pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya [lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll]. Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu [mengesankan ada orang di dalam]. Bila memungkinkan pasang lampu sensor [malam nyala dan siang mati].
  23. Bila berlangganan koran, pastikan sudah bilang sama agen agar tidak mengirim koran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
  24. Bawa ID Card [KTP, SIM, STNK] yang berlaku [pasport gak usah dibawa gak papa]
  25. Berdoa sebelum berangkat. Berdoa sepanjang jalan dan bersyukur bila sudah sampai dengan selamat.
  26. Bagi yang membawa anak kecil, pastikan semua keperluan dan kebiasaan anak sudah kita pahami, sehingga kita sudah punya jadwal kapan berhenti dan apa saja yang perlu dibawa untuk mengatasi kerewelan anak.
  27. Bagi pengguna Android, Blackberry, Ipad, silahkan menjalankan aplikasi waze untuk memantau perjalanan. Bisa juga dengan fasilitas Google Maps.

Bagi pemudik dengan sepeda motor, ada beberapa contekan dari bengkel AHM. Ini tipsnya :

  1. Pastikan kondisi badan sehat. Lakukan pemanasan fisik dan persiapan mental/emosi.
  2. Gunakan perlengkapan standard [helm full/half face, sarung tangan, jaket berwarna terang]
  3. Siapkan perlengkapan standard [kunci pas/busi, tang, obeng min-plus, lap dan peta mudik]
  4. Masukkan dulu ke bengkel resmi, untuk pemeriksaan lengkap [bensin, fuel meter, aki, kelistrikan, oli, ban, trantai, rem, kebocoran oli, lampu, kaca spion dan klakson]
  5. Istirahat setiap 1-1,5 jam perjalanan. Cari tempat yang bersih untuk ISHOMA [pom bensin besar, warung fast food, dll] hindari warung yang terlalu laris [nyucinya sering kelupaan], jadi bagi-bagi rejeki ke warung yang kurang laris [tapi bersih dan murah]
  6. Cukup dua orang untuk satu sepeda motor, jangan emmaksakan diri untuk mengajak anak kecil
  7. Berhenti jika ingin menerima talipon [HaPe]
  8. Tidak salah membawa jas hujan
  9. Saat jalan beriringan, jaga jarak aman dan hindari ngobrol dengan pengendara lain. Kalau nggak kepaksa, jangan nyalip deh [apalagi dari sisi kiri]
  10. Di jalan bergelombang, pakai posisi off roader [pantat diangkat sedikit, sehingga kaki ikut menjadi peredam kejut]
  11. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada. Jangan lupa bawa chargernya.
  12. Ini yang sulit; bawa barang secukupnya, sesuaikan dengan kemampuan motor atau risiko motor tak terkendali akan menimpa anda.
  13. Sabar dan jauhkan emosi sesaat, patuhi rambu-rambu lalin. Biarkan orang lain tidak patuh, tapi anda HARUS PATUH ! [ngerti nggak??!?? He..he..he.. kok malah aku yang emosi…!:-)]
  14. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  15. Sebelum berangkat, pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya [lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll]. Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu [mengesankan ada orang di dalam]. Bila memungkinkan pasang lampu sensor [malam nyala dan siang mati].
  16. Bila berlangganan koran, pastikan sudah bilang sama agen agar tidak mengirim koran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
  17. Bawa ID Card [KTP, SIM, STNK] yang berlaku
  18. Bagi yang ikut milis, segera lapor untuk menonaktifkan keanggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)
  19. Berdoalah sebelum melakukan perjalanan.
  20. Bersyukur di setiap saat.

seputar mudik

Mari berbagi tips mudik. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Salam SEHATI

+++

Foto dari internet
Artikel dari Kompasiana

H-3 : Jakarta – Jogja 12 jam


Secara umum perjalanan mudik ini sangat lancar,meski menjadi terhambat karena hujan yang turun cukup deras sejak keluar dari tol Cipularang. Di beberapa tempat hujan ini berhenti total, tapi selang beberapa menit kemudian kembali turun, baik gerimis, setengah deras sampai deras.

Jalan mulus tanpa hambatan tentu dari Cawang sampai Cileunyi. Setelah itu jalan tetap mulus. Nagreg masih normal alias sepi-sepi saja. Polisi terlihat berjaga-jaga di beberapa tempat strategis.

Memasuki Jawa Tengah kondisi jalan berubah total. Terlihat tidak ada pembenahan di jalur selatan wilayah Jawa Tengah. Mungkin dianggap jalan masih layak sehingga prioritas pembenahan dipusatkan ke Pantura, yang selalu sarat dengan masalah macet.

Akhirnya setelah 12 jam mengarungi jalan dengan diiringi hujan yang sangat setia, sampailah di kota Jogja dengan aman dan selamat. Ucapan terima kasih kusampaikan pada teman-teman yang selalu mengikuti perjalananku ini. Doa yang mengalir begitu banyak dari teman-teman yang sehati membuat perjalnan terasa ringan.

Di sepanjang perjalanan sempat berhenti di beberapa tempat. Antara lain di SPBU Terapi Air Hangat. Lokasinya ada di Jl. Pamoyanan Km 81 Ciawi Tasikmalaya.Cukup bayar 5.000 dan bisa mandi sepuasnya di kamar mandi. Kalau mau di kolam air hangat lebih murah lagi. Paling murah tentu kalau hanya ke toilet.

Kalau menjelang buka puasa sampai di lokasi ini, maka kita bisa langsung sambung acara mandi dengan acara buka puasa. Ada resto artistik di samping kolam. Ada juga sebuah masjid kecil yang cukup bersih.

SPBU terapi air hangat ini kalau dari arah Bandung menuju Ciamis, terletak di sebelah kiri jalan. Sebuah tempat yang layak dikunjungi para pemudak maupun pemudik.

Pemberhentian ke dua si Sumpyuh. Ada resto Pringsewu disitu. Sayangnya menu pilihanku kurang pas malam itu. Sop buntutnya keras dan gigiku gak sanggup mencabik-cabik dagingnya. Sempat main juga di stand telkomsel. Kasih kado buat driver berupa pulsa Simpati dan dapet hadiah bantal leher, peta lengkap dengan iklannya dan pijat gratis.

Peta terlengkap tentu yang dikeluarkan Jasa Marga di Pintu Tol. Meskipun penuh iklan juga, tetapi cetakannya jelas dan sangat mudah dibaca. Kualitas kertas dan cetakannya sangat prima.

Di sepanjang jalan juga terlihat banyak iklan yang saling berlomba menarik perhatian masyarakat. Hujan memang sedikit menghambat perjalanan. Meski terlihat beberapa sepeda motor tetap jalan meski hujan dan gelap. Aku tak tahu apakah itu sebuah bentuk komitment yang tinggi untuk mudik atau bentuk kenekadan yang tanpa nerpikir lebih jauh. Salah satu di antara mereka sempat mencium mobil yang kunaiki dan kemudian lari begitu saja.

Gerimis tetap jalan terus

Gerimis tetap jalan terus

Hujan deras juga bukan halangan

Hujan deras juga bukan halangan

Di tempat lain ada Toyota Kijang Inopa yang menyalip dan setelah menyalip penumpangnya langsung membuang sampah melalui jendela sebelah kiri. Tersinggungkah aku? Yah…senyum sajalah sambil geleng-geleng kepala.

Alhamdulillah, sekarang sudah sampai di Jogja dengan selamat, sementara itu berita di detik dot com menyebutkan kalau semua jalan keluar dari Jakarta sangat padat.

Peta Mudik dari PC Media


Dalam edisi 10/2010 majalah PC Media tidak hanya mengeluarkan Antivirus PCMAV 4.0 Ragnarok 2 yang sakti, tetapi juga memberikan hadiah Peta Mudik gratis pada para pembacanya.

Bagi yang tertarik mengunduh dipersilahkan milih peta di bawah ini :

  1. Peta Mudik Jawa Bali lengkap
  2. Peta Bus TransJogja
  3. Sketsa Jalan Sumatera (sangat disarankan untuk dimiliki, dalam format Excel)
  4. Jalur bis Jakarta
Peta Mudik Sumatera (excel)

Peta Mudik Sumatera (excel)

Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (7 – Habis): Cikamurang


Tulisan ini diperuntukan bagi para pemudik yang ragu untuk menjajal Pantura dan memilih jalur alternatif: Cikarang – Cikampek – Sadang – Subang – Cikamurang – Cijelag – Kadipaten – Cirebon.

Pada H-19 saya menyusuri jalur ini secara terbaik, yaitu dari Cirebon ke Cikarang. Photo-photo yang saya ambil akan mengarah ke arah Cikarang, sesuai posisi kendaraan yang saya tumpangi. Sisi kanan pada photo, akan menjadi sisi kiri bila kita mudik ke arah kampung halaman menggunakan jalur ini.

Tidak banyak hambatan pada infrasruktur jalan dari mulai Cikarang sampai Subang, begitu pula lepas dari Subang menuju Cikamurang, jalan yang tahun lalu hancur sepanjang 1 KM di kawasan Cinangsi (3 KM arah timur Kota Subang), sekarang sudah muluuuussss dibeton.

Sebenarnya rute ini cukup asyik ditempuh, terutama buat yang suka alam dan perkebunan, apalagi saat musim buah. Dari mulai Kalijati (10 KM arah barat kota Subang) kita sudah ketemu dengan perkebunan karet yang sekarang sedang ada proyek peremajaan pohon. Di pemukiman penduduk banyak terdapat pohon rambutan dan petai. Di sekitar kota Subang kita juga akan banyak ketemu dengan Nanas Subang dan Nanas si Madu yang dipanen dari perkebunan sekitar. Lepas dari Subang kita akan ketemu dengan perkebunan Coklat di sekitaran Cibogo. Beberapa KM dari situ kita akan ketemu perkebunan Kayu Jati di mana jalan yang kita lewati menjadi bekelok-kelok, kita juga ketemu dengan kantor perhutani dan penimbunan kayu gelondongannya. Di sekitaran Bantarwaru kita akan ketemu dengan perkebunan Eucalyptus alias Kayu Putih. Saya dengar produksi minyak kayu putih dari kebun di sekitar ini menghasilkan produk dengan kualitas terbaik. Salah satu merek terkenal dan terlama minyak kayu putih mengambil bahan nya dari kebun di sini.

Kebun Eucalyptus

Meninggalkan semua perkebunan itu, barulah tantangan dimulai, di wilayah Sanca, kita akan menikmati jalan yang baru selesai diperbaiki, sebuah jalan lurus sepanjang 10 KM dengan kontur yang sedikit naik turun, saat jalan ini masih berupa jalan Aspal mulus dan sepi, kita bisa melaju dengan kecepatan di atas 120 KM/jam dengan sensasi khusus karen jalannya sempit, diapit pepohonan, dan dengan kontur yang membuat serasa kita melaju jauh lebih cepat dan melayang. Catatan: sekarang tidak dianjurkan untuk melaju lebih dari 60 KM/ Jam, karena kondisi sudah ramai, beton jalan cenderung bergelombang, sambungan cor-coran yang tidak rata, apalagi kalau ketemu dengan jembatan sungai kecil, perbedaan ketinggian jalan sangat terasa, dan sering ada orang tua pengemis di beberapa jembatan yang mengulurkan topi meminta sedekah.

Jalan Beton Lurus 10 KM

Hati – hati di beberapa pertigaan (setidaknya ada 3) yang menghubungkan Subang – Indramayu – Cijelag/Kadipaten, karena kita harus berbelok sementara lebar jalan cukup kecil dan biasanya jalan dibatasi dengan cone atau blokade kayu, yang membuat makin parah adalah adanya petugas Dishub yang mengambil pungutan pada kendaraan komersial yang lewat (sepertinya mereka yang memasang pembatas jalan).

Pertigaan

Hampir selesai dibeton

Baru setengah yang dibeton

Di sisi timur arah Cikamurang – Cikawung betonan belum selesai sehingga pelintas harus bergantian, penjaga partikelir siap membantu kelancaran lalu lintas lengkap dengan ember cash nya.

Buka tutup gantian lewat

Dan mendekati Ujung Jaya, jalan malah hilang, semoga nanti saat musim mudik, jalan ini sudah mulai diperbaiki.

Jalan rusak sepanjang beberapa puluh meter di sekitar Ujung Jaya dan belum terlihat usaha perbaikan

Sekitar 1 KM dari jalan yang rusaj ini, kita akan ketemu dengan jalan mulus yang baru diperbaiki. Di tahun-tahun yang lalu, jalan mulus ini adalah jaln yang selalu kasar aspal kerikilnya, dan yang membuat saya mengingat jalan ini adalah bahwa di sisi jalan berjajar berpuluh (ratus) pohon Asem besar, ukuran pohon bisa sebesar perut kerbau, saat musim berbuah banyak sekali buah Asem yang jatuh ke jalan. Sayang seribu sayang  seiring perbaikan jalan, pohon Asem itu sebagian ditebang habis dan sebagian di pangkas disisakan setinggi 2 meter-an, mungkin untuk menjaga jajan supaya tetap mulus, menjaga supaya tetesan air hujan yang tersisa di daun asem tidak membuat jalan selalu kasar seperti sebelumnya, sebuah pengorbanan yang tidak kecil

Setelah mencapai pertigaan jalan antara Subang-Cirebon-Sumedang (photo diambil dari arah Cirebon), maka kita akan bertemu dengan jalan yang awalnya dibangun oleh Daendels (Herman Willem Daendels), jalan Bandung – Sumedang – Cirebon. Di jalan yang sudah sangat mature ini, kondisi jalan jauh lebih baik dari jalan sebelumnya sampai Subang.

Pertigaan Cijelag menghubungkan Subang - Cirebon - Sumedang/Bandung

Semoga semua pekerjaan pembetonan bisa segera selesai, sehingga jalur ini bisa menjadi jalur alternatif yang baik bagi pemudik yang lebih memilih melakukan perjalanan yang lebih santai, tidak banyak ketemu dengan bis dan truk besar, melewati jalan kecil yang berbelok dan berkontur ditambah pemandangan pepohonan dan perkebunan.

Selamat mudik selamat.

(Selesai)

Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (6): Pantura – Marka Baru


Ada yang baru saat kami melintas di H-20 dari Cikarang menuju Cirebon. Di jalur Pantura yang masuk ke wilayah kabupaten Subang, sebagian besar jalan sudah memilki median pembatas jalan, dan di atas median jalan ini, saya melihat marka yang baru saja di pasang, sepasang patok dengan 2 warna berbeda di masing-masing patok pada arah pandang yang berbeda dan dipasang dengan dua warna yang berbeda menghadap ke satu arah.

Rambu di Median Jalan

Ada ratusan pasang jumlah patok – patok rambu tersebut di tanam di atas median jalan.  Coba kita perhatikan lebih dekat. Rupanya patok tersebut memiliki dua warna yang berbeda untuk sisi depan dan belakan, dan dihadapkan berbeda warna ke arah yang sama dengan warna Kuning di sisi kiri dan warna Merah di sisi kanan. Sepertinya patok ini diwarnai dengan material fluorescent yang akan menyala terang bila terkena cahaya langsung pada keadaan gelap.

Hal ini mungkin adalah sebuah langkah koreksi dari Dishub/Lantas/PU untuk menghindarkan pengguna jalan melanggar/menabrak median jalan saat keadaan gelap atau malah menyebrang ke lajur arah berlawanan, karena median jalan cukup rendah dan kurang terlihat. Selain itu adanya beberapa ruas jalan yang belum memiliki median jalan kadang bisa menyesatkan pengguna jalan apakah ruas yang sedang dilewati memiliki median atau tidak.

Sebuah langkah yang baik untuk memastikan pengendara melihat median jalan, mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Sebuah refleksi dari keseriusan dan perhatian jawatan yang bertanggung jawab pada infrastruktur jalan atas keutamaan keselamatan lalu lintas, terutama di musim mudik yang akan sangat ramai nanti.

Kuning Merah dari sisi sini dan Kuning Merah juga dari sisi sana

Bravo!

(bersambung)

Jalur Mudik Cikarang – Cirebon (5): Rest Area Gubuk Kelapa Muda


Dalam cara pandang yang kasar dan sporadis, musim mudik, tak pelak telah selalu menggenjot transaksi mikro menjadi 100% lebih tinggi. Dana tambahan yang berputar tak lain datang dari THR yang rata-rata nilainya 1 bulan gaji bagi umumnya karyawan. Bagaimana dengan non – karyawan? tentunya juga menerima peningkatan omzet yang datang dari imbas THR itu tadi. Selain omzet yang naik dari bisnis yang sudah jalan, kadang justru usaha yang dijalankan benar-benar baru dan hanya untuk menyambut musim mudik ini.

Salah satunya adalah usaha gubuk istirahat pemudik dengan menyediakan minuman rehidrasi bagi para pemudik yang membutuhkan.

Istirahat adalah sangat penting untuk menjaga kondisi tetap prima, konsentrasi di perjalanan dan pada akhirnya akan mencegah kecelakaan. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda 2, istirahat secara berkala adalah vital, karena jarak dan waktu yang ditempuh tidaklah sama dengan kebiasaan perjalanan sehari-hari dari kantor ke rumah, karena tak jarang pemudik harus menempuh lebih dari 500 KM atau lebih dari 10 jam perjalanan yang menuntut konsentrasi dan kondisi prima. Maka ketersediaan Gubuk Istirahat menjadi penolong bagi mereka, selain tentunya menjadi rizki bagi pemiliknya.

Memasuki bulan suci Ramadhan, para pengusaha gubuk istirahat mulai membangun gubuknya. Mencari di lokasi yang strategis, biasanya di kawasan yang jarang rumah penduduknya, di pinggiran pesawahan atau kebun, yang menyediakan lahan yang cukup luas untuk parkir kendaraan, utamanya roda dua. Jumlah gubuk istirahat ini, dalam pengamatan saya bisa berjumlah ratusan, bahkan ribuan yang tersebar sepanjang jalur mudik.

Gubuk yang baru didirikan H-20

Gubuk yang sudah mulai beroperasi di H-20

Bila anda melewati kawasan Indramayu menuju Palimanan, maka dari mulai Lohbener (Celeng) sampai Kertasmaya, akan sering juga didapati gubuk penjual buah mangga dan ikan asin. Gubuk-gubuk ini memang bukan gubuk dadakan,  mereka buka sepanjang tahun, terutama saat musim buah mangga datang.

Mangga yang dijajakan tidak lagi hanya mangga Indramayu (lokal: Cengkir), atau mangga Arumanis, namun sekarang dilengkapi dengan primadona baru varietas mangga budidaya yaitu mangga Gedong Ginchu.

Mangga Gedong Ginchu yang sekarang menjadi favorit

Sayangnya, musim mudik kali ini, sepertinya kurang bertepatan dengan musim mangga, sehingga harga mangga masih belum bisa murah, dan para pemudik harus berpikir 2 kali bila mau membeli mangga dalam jumlah banyak untuk dibawa sebagai tambahan oleh-oleh untuk keluarga yang dituju.

Selamat mudik selamat.

(bersambung)

Previous Older Entries

Explore Pati

...menjemput keindahan alam, blusukan ke pelosok desa

Cerita Vakansi

a family travel blog

Bersepeda itu indah

Memulai Bersepeda bersama dan sampai finish bersama

CATATAN HATI

Torehan Kata Dari Sejuta Asa Tentang Kamu; Cinta

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Denina Boos's diary

Coretan Denina

Info seputar Gadget

Camera, Apple iPhone, Android, Software, Blackberry, Samsung

Anti Miras

Gerakan Nasional Anti Miras < 21 Tahun

Kehidupan Sehari-hari Pemuda/i Kalangan

Dusun Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

Alfaris08's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ajengkol's Blog

Just another WordPress.com site

Nurcahya Priyonugroho

Ayah Lala dan Lucky, Suami Dyah

ilmanakbar's Life Journal

Berbagi inspirasi dan hal-hal positif dalam hidup

Baca Baja

Baca Saja. Nulis Jarang.

irvankristanto

live and love the life

Labschool Jakarta

Pendidikan Terbaik Putra-Putri Anda