Mengapa dari Jakarta naik KA dan dari Jogja naik Pesawat ?


Mengapa dari Jakarta naik KA dan dari Jogja naik Pesawat ?

Blogger Goweser Jogja

Selama ini banyak kawan yang pulang pergi Jakarta Jogja naik pesawat. Semuanya aman-aman saja dan tidak ada masalah selama proses perjalanan itu. Tapi apa jadinya kalau itu dilakukan di musim mudik, atau musim liburan?

Banyak hal harus dipertimbangkan untuk pulang pergi naik pesawat. Kembali ke Jakarta naik pesawat tentu tidak banyak masalah yang terjadi, tetapi masalah bisa muncul kalau kita pergi meninggalkan Jakarta memakai pesawat dengan cara mepet waktu.

Beberapa hal yang bisa menjadi kendala adalah sebagai berikut :

1. Perjalanan dari lokasi kita menuju Bandara.

Bila dilakukan menjelang musim liburan, maka lalu lintas akan sangat padat, bahkan kadang sejak dari dalam kota sudah macet.

2. Antrean Check in di loket Bandara

Datang sejam sebelum berangkat tidak masalah di waktu hari biasa, tapi di musim liburan, jangan coba-coba melakukan hal ini. Banyak masalah tidak terduga yang bisa terjadi dan akibatnya bisa-bisa kita ketinggalan pesawat. Pernah suatu kali kulihat seorang yang…

Lihat pos aslinya 189 kata lagi

Iklan

Tips : Menjaga bagasi agar tidak tertukar


Pasti kita sangat jengkel saat pesawat sudah sampai tujuan dan tinggal menunggu kedatangan bagasi tetapi ternyata bagasi kita tidak ada. Bisa jadi ada beberapa penyebab kejadian ini, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Keterlambatan kita saat melakukan check ini, sehingga bagasi salah masuk pesawat.

2. Bagasi kita tidak ada identitas yang jelas dan beda dengan bagasi sejenis, sehingga bagasi kita tertukar oleh milik orang lain.

3. Kesalahan pihak pemeriksa bagasi, sehingga orang yang tidak berhak bisa membawa bagasi kita, padahal semua bagasi sudah punya nomor kode yang berbeda.

4. Bagasi kita dicuri orang lain.

packaging bagasi

Terus bagaimana kiatnya agar kemungkinan bagasi kita tertukar menjadi kecil atau menjadi tidak mungkin bisa tertukar lagi?

Ini tipsnya, silahkan disimak

1. Check in sedini mungkin, sehingga penanganan bagasi kita tidak terburu-buru.

2. Jangan bagasikan bawaan kita, usahakan semua bawaan bisa masuk ke bagasi kabin.

3. Beri identitas yang jelas pada bagasi kita. Bisa diberi nama kita, logo perusahaan kita, atau packaging yang berbeda.

4. Usahakan penerbangan langsung tanpa ada pergantian pesawat.

5. ….. (silahkan disi kalau ada ide lain)

Selamat bepergian dan jaga baik-baik bagasi anda. Salam sehati.

identifikasi bagasi

Beri identifikasi yang jelas pada bagasi

Jalan-jalan ke Singapura (3/4)


Merencanakan tempat-tempat yang akan dikunjungi

Supaya selama di sana jelas mau ke mana saja dan tidak menjadi acara luntang-lantung yang tidak jelas, bagaimana dan naik apa ke sananya serta berapa uang yang perlu kita siapkan karena sebagian tempat harus bayar, kita butuh merencanakan tempat-tempat yang akan kita kunjungi. Nah, rencana kami yang utama adalah mengunjungi Merlion Park di Marina Bay, di mana terdapat patung Merlion (makhluk berbadan ikan berkepala singa) yang menjadi ikon Singapura, Singapore Science Centre (SSC) atas permintaan Andra, Sentosa Island tempat wisata hiburan sejenis Ancol kalau di Jakarta, dan juga Andra punya keinginan untuk berkunjung ke KBRI Singapura, atau kalau tidak, salah satu museum di sana. Ke Bugis Junction juga untuk cuci mata dan sedikit belanja. Selebihnya…tergantung di sana alias kumaha engke…hehehe…

Ada satu objek wisata yang terhitung masih gres dan sangat bergengsi, yaitu Universal Studio Singapore (USS) di kawasan Sentosa Island. Namun mengingat tiket masuk per orangnya  cukup mahal (sekitar 66 dollar Singapura, atau sekitar 500 ribu rupiah), untuk kali ini kami belum berencana ke sana. Aduh, bisa nggak makan nanti selama di sana…hehehe…

Pada malamnya hari keberangkatan, kami melakukan pengemasan pakaian, barang-barang kecil yang diperlukan, makanan-makanan kecil termasuk mie instan, tempat minum, dan makanan oleh-oleh buat “saudara” kami di sana. Kamera? Tentu saja…karena ini mah barang yang amat wajib dibawa, untuk mengabadikan kenang-kenangan selama kami di sana. Tempat minum sangat perlu, karena berdasarkan cerita orang-orang, tempat minum itu sangat menghemat pengeluaran untuk minum selama jalan-jalan di sana. Nanti bisa diisi air minum di tempat kita menginap, atau di tempat-tempat tertentu di mana tersedia kran air minum gratis.

Kalau beli air minum di sana, satu botol bisa 1,5 sampai 2 dollar Singapura. Atau sekitar 10 ribu hingga 15 ribu. Wedeww…mahal banget ya, cuma buat minum air putih doang!

Bagaimana dengan fasilitas telekomunikasi selama di sana? Perlu disiapkan juga lho, buat menghubungi pemilik apartemen, menghubungi beberapat teman  di sana, lalu untuk selalu update keadaan di tanah air. Juga supaya tetap tersambung dengan keluarga maupun teman-teman, termasuk milis Cikarang Baru…J

Beruntunglah istri saya yang menggunakan kartu XL di BB-nya. Ternyata ada promo dari provider tersebut berupa BIS gratis selama tiga hari di sana. Jadi untuk internetan, BBM, facebook-an akan gratis selama di sana. Hanya saja, untuk menelpon dan sms, tarif yang dikenakan adalah 3500 rupiah per menit menelpon atau sekali SMS. SMS-nya kok mahal ya?

Saya yang menggunakan kartu Halo untuk android saya, harus siap-siap gigit jari. Telkomsel ternyata tidak banyak membantu. Ada program dari telkomsel untuk roaming data secara unlimited selama di sana, hanya saja tarifnya 100 ribu per hari. Muahal, Om!..Masak buat “always connected” selama di sana kita harus keluar 400 ribu rupiah?

Akhirnya istri saya membelikan kartu perdana XL untuk saya, yang memiliki fitur internet roaming data unlimited dengan biaya “hanya” 25 ribu rupiah per hari, dengan syarat jaringan harus di-setting ke operator setempat, M1, tidak ke yang lain. Lumayaan…XL memang sangat membantu!

Keberangkatan

Hari Sabtu pagi itu kami berangkat ke Bandara Soetta menggunakan Bis Damri dari depan Plaza JB. Beruntunglah kita warga Cikarang Baru yang dipermudah oleh keberadaan bis bandara ini, dan mudah-mudahan dipertahankan terus oleh pihak Jababeka dan Damri.

Dengan keberangkatan pesawat kami yang jam 9.00, sebenarnya ada dua waktu keberangkatan bis yang bisa dipilih, jam 4.00 atau jam 5.00 pagi. Kami memilih yang jam 4.00, dengan perhitungan kami akan tiba di bandara Soekarno Hatta sekitar jam 5.30. Terlalu pagi memang dan tentunya kami akan menunggu cukup lama hingga jam 9.00. Namun, jika kami menggunakan bis yang berangkat jam 5.00, bisa jadi kami tiba jam 7 atau lebih, karena sudah siang yang pastinya jalanan sudah penuh dengan kendaraan meskipun hari itu hari Sabtu. Kami tidak mau ambil resiko terlambat tiba di bandara dan terlambat pula untuk check-in.

Bis Damri yang berukuran 3/4 itu berangkat pukul pada pukul 4.01. Lumayan, cukup commit juga bis tersebut terhadap jadwal keberangkatannya. Perjalanan cukup lancar dengan kondisi jalan yang masih agak kosong, dan bis sempat keluar di pintu tol Grenwis entah untuk apa, apakah untuk menaikkan penumpang juga di sana padahal bis sudah penuh atau hanya sekedar untuk si sopir yang tanpa ditemani kondektur bisa berhenti meminta ongkos kepada para penumpang (sebenarnya kan bisa juga di rest area). Tiga puluh ribu rupiah per orang ongkosnya. Cukup murah daripada menggunakan taksi.

Sesuai perhitungan, bis Damri yang kami tumpangi tiba di Cengkareng Terminal 2E sekitar pukul 5.30. Waktu yang memang masih sangat lama untuk keberangkatan pesawat, namun itu lebih baik. Kita bisa ke toilet, sholat, sarapan, dan lain-lain terlebih dahulu, bahkan tidur lagi…hehehe…karena masih mengantuk!

Jam 6.30 kami check-in di counter Sriwijaya Air. Terasa sepi, hanya ada satu orang penumpang lain di luar kami yang terlihat check-in. Penumpang yang lain ke mana ya? Apa belum pada datang ya?

Koper-koper kami serahkan ke petugas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat…masih banyak sisa jatahnya setelah ditimbang. Seperti saya utarakan sebelumnya, karena Sriwijaya Air ini bukan low cost airlines, jatah bagasi per penumpang tetap standar, 20 kg per orang.

Di counter ini, kita akan diminta juga membayar airport tax yang besarnya 150 ribu rupiah per orang. Di samping boarding pass yang kita terima, terdapat pula kartu disembarkasi dari imigrasi negara yang menjadi tujuan kita, yang harus kita isi datanya. Sementara kartu embarkasi dari imigrasi Indonesia, sudah tidak diberikan lagi. Pajak fiskal? Tidak lagi layauww…2,5 juta rupiah bagi bukan pemilik NPWP sungguh merupakan uang yang banyak. Beruntunglah sudah tidak berlaku lagi sejak awal tahun 2011.

Setelah melewati pemeriksaan imigrasi, kami berjalan ke arah gate keberangkatan sesuai yang tertera pada boarding pass kami. Masih banyak waktu, sehingga kami masih sempat mampir dan melihat-lihat barang-barang yang dijual di toko-toko sepanjang perjalanan menuju Gate yang dituju. Andra dan Sasha sesekali bercanda satu sama lain. Mereka terlihat sumringah sekaligus sedikit nervous karena kali itu adalah kali pertama mereka akan naik pesawat terbang sekaligus pergi ke negeri orang.

Satu catatan saya, saat menjelang masuk boarding gate, saat melewati pintu pemeriksaan terhadap barang bawaan kita. Semua minuman akan diminta atau paling tidak dikosongkan isinya. Barang-barang berupa cairan seperti obat gosok atau kosmetik, yang volumenya lebih dari 100 ml juga akan diminta (disita) petugas. Jadinya, sebelum tiba di pintu pemeriksaan, minuman air mineral yang dari tadi dibawa, kami habiskan dulu. Sayang…hehehe…

Barang-barang seperti gunting, juga tidak boleh dibawa masuk ke dalam pesawat. Beberapa waktu sebelumnya, saya pernah bicara kepada anak-anak, bahwa kalau membawa gunting tidak boleh ditaruh di tas yang dibawa ke kabin. Namun sayang, saat pemeriksaan, ternyata Sasha diketahui membawa gunting di dalam tas ranselnya. Dia memang membawa tempat pensil, dan di dalamnya selalu terdapat gunting. Jadilah gunting yang biasa dipakainya untuk keperluan sekolah diambil petugas. Dan ternyata, di dekat pintu pemeriksaan terdapat kotak kaca yang di dalamnya sudah banyak terisi gunting-gunting dan sebangsanya, sitaan dari penumpang. Waduh…ni nantinya barang-barang ini dikemanakan ya?…;)

Dek, lain kali kalau mau bawa gunting, guntingnya ditaro di koper yang masuk bagasi pesawat yakh!

Sementara, Andra yang dari tadi khawatir gunting kukunya diambil petugas, bisa bernapas lega karena gunting kukunya ternyata tidak ikut diambil. Mungkin tidak begitu terlihat di layar kamera sinar X petugas. Atau memang diperbolehkan ya?

Setelah memasuki gate yang dituju, kami menunggu sekitar 1 jam di ruang tunggu. Di sini kami menyadari bahwa penumpang pesawat Sriwijaya Air ini cukup banyak. Hingga akhirnya ada pengumuman untuk keluar ke arah pesawat. Kami pun berbaris ke arah pintu ke luar. Namun, kami diarahkan bukan melalui garbarata (belalai) untuk kemudian langsung masuk pesawat, namun turun ke luar dan diminta untuk naik bis, menuju pesawat yang sudah menunggu di satu tempat. Ooo…pesawatnya tidak di dekat ruang tunggu tho…!

Menunggu keberangkatan pesawat

Kami pun naik menggunakan tangga pesawat, dan mencari tempat duduk sesuai nomor pada boarding pass. Andra duduk di dekat jendela, supaya dia bisa melihat ke luar, melihat seperti apa langit dari dalam pesawat dan seperti apa bumi serta laut dilihat dari udara. Sementara Sasha saya minta duduk di tepi gang (aisle), supaya tidak berdekatan dengan Andra. Habis, mereka suka berantem sih kalau deketan!

Beberapa saat, pesawat pun terbang. Welcome on board, Andra and Sasha!

Membaca doa perjalanan

Mengalami pertama kali terbang, anak-anak terlihat sangat menikmati perjalanan mereka. Apalagi saat pramugari yang langsing-langsing (saya belum pernah menjumpai pramugari yang gendut…hehehe…) membagikan makan untuk penumpang, Andra langsung girang. Sarapan di bandara tadi belum mengenyangkan perutnya.

Bersambung…

Pesan tiket kereta api H-90


Tanpa terasa bulan puasa sudah muncul di depan mata kita. Artinya setelah puasa, maka akan ada kegiatan akbar yang membuat dunia transportasi sangat menggeliat bahkan cenderung meronta. Harga tiket akan melambung tinggi tak terkendali, bahkan kadang nyaris tidak masuk akal.

“Harganya tidak segini mas. Lihat saja pengumuman yang ada di TV, ada harga maksimalnya tuh, tidak begini caranya menaikkan harga tiket dengan semena-mena..”

“Mas, kalau mau beli tiket murah beli saja di TV, segala jurusan ada dan murah-murah”

Kalau sudah mendapat jawaban seperti itu, maka sang pembeli tiket pasti hanya bisa jengkel di dalam hati tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Tiket semahal apapaun kadang terpaksa harus dibeli demi menunjang acara mudik ke kampung halaman yang telah lama ditinggalkan.

tiket mudik

Saat ini tiket kereta api sudah bisa dipesan H-90, sehingga kalau ingin aman dan nyaman bepergian, mulailah mengantri tiket dari sekarang. Sayangnya, tiket ke Jogja dari Jakarta untuk tanggal 16 Agustus 2012 sudah habis terjual. Aku masih untung dapat satu tiket BIMA dengan harga 550 ribu (540 ribu plus fee 10 ribu).

Perburuan terus berlanjut dan aku akhirnya dapat tiket pesawat ke Jakarta seharga 918 ribu. Aku yakin harga tiket ini akan segera melambung tinggi begitu permintaan pembelian tiket mulai naik. Bahkan untuk dua minggu dari sekarang tiket ke Jogja/Jakarta sudah menipis. Semua kursi “A” sudah habis terjual, yang ada hanya selain A (B,C dan D).

Bagi yang ingin merasakan naik kendaraan umum, lebih baik mulai sekarang sudah mencari jalur untuk mendapatkan tiket yang harganya terjangkau.

Selamat berburu tiket mulai sekarang atau mau antri menjelang hari H?

Salam sehati.

bandara

Explore Pati

...menjemput keindahan alam, blusukan ke pelosok desa

Cerita Vakansi

a family travel blog

Bersepeda itu indah

Memulai Bersepeda bersama dan sampai finish bersama

CATATAN HATI

Torehan Kata Dari Sejuta Asa Tentang Kamu; Cinta

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Denina Boos's diary

Coretan Denina

Info seputar Gadget

Camera, Apple iPhone, Android, Software, Blackberry, Samsung

Anti Miras

Gerakan Nasional Anti Miras < 21 Tahun

Kehidupan Sehari-hari Pemuda/i Kalangan

Dusun Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

Alfaris08's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ajengkol's Blog

Just another WordPress.com site

Nurcahya Priyonugroho

Ayah Lala dan Lucky, Suami Dyah

ilmanakbar's Life Journal

Berbagi inspirasi dan hal-hal positif dalam hidup

Baca Baja

Baca Saja. Nulis Jarang.

irvankristanto

live and love the life

Labschool Jakarta

Pendidikan Terbaik Putra-Putri Anda